8 Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan saat Social Distancing

Kompas.com - 18/03/2020, 17:02 WIB
Ilustrasi bekerja di rumah, social distancing SHUTTERSTOCK/fizkesIlustrasi bekerja di rumah, social distancing

KOMPAS.com - Seiring dengan meningkatnya jumlah kasus pasien positif terinfeksi virus corona di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

Hal ini bertujuan untuk meratakan kurva pandemi atau flattening the curve of the pandemic.

Dengan menerapkan  social distancing atau jarak sosial, diharapkan jumlah orang terinfeksi tidak melonjak dalam waktu yang sama sehingga rumah sakit dapat melayani pasien dengan optimal dan sesuai dengan daya tampung yang ada.

Para orang tua di atas usia 50 tahun, terutama yang memiliki penyakit penyerta, lebih rentan terinfeksi virus corona sehingga sangat dianjurkan untuk tetap tinggal di rumah. Penyakit penyerta yang dimaksud memiliki penyakit jantung, paru-paru, dan diabetes.

Sedangkan para generasi muda diharapkan berhenti mengunjungi restoran, kafe, dan tempat ramai lainnya untuk sementara waktu agar dapat menahan proses penyebaran virus.

Baca juga: Kenapa Berada di Rumah Bisa Selamatkan Hidup dari Pandemi Covid-19?

Lalu, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat social distancing?

Berikut penjelasannya:

1. Jangan makan di tempat umum seperti restoran, kafe, dan lainnya

Selama masa social distancing, usahakan jangan makan di tempat umum. Anda dapat menggunakan opsi drive-through, pick-up atau diantar langsung ke rumah.

Segera buang pembungkus makanan dan cuci tangan Anda sebelum memakan makanan pesanan Anda untuk mengantisipasi virus yang menempel pada permukaan benda.

Untungnya, virus corona hanya menyebar melalui pernapasan, tidak melalui sistem pencernaan. Sehingga virus tidak menyebar melalui makanan.

2. Batasi jarak dengan orang lanjut usia

Berdasarkan penelitian, orang lanjut usia memiliki risiko yang lebih tinggi terinfeksi virus corona. Sedangkan virus bisa jadi disebarkan oleh orang yang tidak menunjukkan gejala, khususnya anak kecil.

Oleh karena itu, jika Anda tidak memiliki keperluan yang sangat penting, hindari mengunjungi orang lanjut usia.

"Jangan kunjungi orang lanjut usia kecuali untuk keperluan yang sangat penting. Misal jika mereka membutuhkan makanan, membutuhkan bantuan di rumah, atau butuh pengobatan," ucap Sean Morrison, ahli geriatri di Mount Sinai Health System, New York.

Sebagai alternatif, pastikan mereka memiliki persediaan makanan dan suplemen yang cukup. Tetap jaga komunikasi dengan mereka menggunakan fasilitas internet, seperti video-call, agar mereka tidak terlalu merasa terisolasi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber NPR
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X