Ada Uji Fungsi SHMS, Tol Layang AP Pettarani Ditutup Sementara

Kompas.com - 09/04/2021, 16:00 WIB
Tol Layang AP Pettarani diresmikan hari Ini, Kamis (18/03/2021) dan soap beroeprasi. Tol layang yang menjadi ikon Kota Makassar ini membentang 4,3 kilometer. MMNTol Layang AP Pettarani diresmikan hari Ini, Kamis (18/03/2021) dan soap beroeprasi. Tol layang yang menjadi ikon Kota Makassar ini membentang 4,3 kilometer.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan tes fungsi Structural Health Monitoring System (SHMS) pada Jalan Tol Layang AP Pettarani atau Tol Ujung Pandang Seksi 3.

Uji SHMS akan dilaksanakan pada 10 April 2021 mulai pukul 21.00 WITA sampai dengan 11 April 2021 pukul 04.00 WITA.

Direktur Utama PT Makassar Metro Network (MMN) Anwar Toha mengungkapkan, dengan dilakukannya tes fungsi untuk menguji dan mengukur keseluruhan sistem perangkat SHMS, akses Tol Layang AP Pettarani akan dialihkan sementara.

Baca juga: Jalan Tol Layang AP Pettarani, Ikon Baru Kota Makassar Diresmikan dan Beroperasi 19 Maret

"Saat proses pengujian berlangsung, pengalihan akses akan dilakukan selama tujuh jam," uajr Anwar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (09/04/2021).

Anwar memastikan, saat pelaksanaan tes fungsi SHMS dilakukan, tidak ada kendaraan yang dapat melintas di area tol.

Oleh karena itu, Manajemen Perusahaan menerapkan pengalihan arus lalu lintas dan mengarahkannya ke Jalan Arteri AP Pettarani, baik yang dari arah selatan ke utara maupun dari arah Tol Reformasi.

Pengalihan arus lalu lintas ini diharapkan tidak menimbulkan dampak kepadatan lalu lintas di Jalan Arteri AP Pettarani karena dilakukan pada malam hari.

Untuk diketahui, SHMS ini digunakan untuik memantau kinerja dan kondisi struktur jalan tol akibat beban kendaraan, beban gempa, dan pengaruh suhu selama masa operasional tol.

Tak hanya itu, sistem ini juga dapat mengontrol dan memberikan informasi jika terjadi kerusakan struktur jalan saat masa operasional yang bisa diakibatkan oleh faktor alam seperti, gempa bumi atau ledakan dengan getaran yang mencurigakan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X