Kompas.com - 05/12/2020, 13:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk atau SBI mengalami penurunan pendapatan sebanyak 5,2 persen pada Kuartal III tahun 2020 menjadi Rp 7,3 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pada Kuartal-III tahun 2019, SBI tercatat meraih pendapatan senilai Rp 7,7 triliun.

Corporate Commucations Manager SBI Diah Sasanawati mengatakan, penurunan pendapatan SBI terjadi lantaran merosotnya konsumsi semen domestik akibat Pandemi Covid-19.

"Konsumsi semen domestik hingga akhir September 2020 tercatat turun 1,95 persen," ucap Diah dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (5/12/2020).

Selain pendapatan, penurunan juga terjadi pada volume penjualan terak dan semen yaitu sebanyak 0,7 persen atau setara Rp 8,7 triliun dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

SBI juga mencatat penurunan beban pokok pendapatan sebesar 8,8 persen yang berkontribusi terhadap peningkatan laba sebelum bunga dan pajak penghasilan sebesar Rp 965 miliar.

Baca juga: SBI Cetak Penjualan Semester I-2020 Rp 4,5 Triliun

Meski begitu, upaya-upaya optimalisasi dan sinergi yang dilakukan perusahaan dengan PT Semen Indonesia Indonesia (Persero) Tbk atau SIG berhasil meningkatkan laba kotor 5,5 persen menjadi Rp 2 triliun.

Peningkatan laba kotor tersebut juga diikuti oleh kenaikan EBITDA perusahaan sebanyak 38,6 persen menjadi Rp 1,6 triliun.

Kenaikan paling drastis terjadi pada laba bersih sebesar 120,9 persen menjadi Rp 439 miliar yang sebelumnya hanya sebesar Rp 199 miliar.

Sebelumnya, SBI mencatatkan kinerja positif pada Semester-I dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Hal ini dibuktikan dengan peningkatan volume penjualan semen dan terak sebanyak 2 persen dan mempertahankan pendapatan sebesar Rp 4,5 triliun.

Laba bruto dan EBITDA perusahaan pun mengalami peningkatan dengan mencatatkan masing-masing persentase sebesar 29,16 persen dan 45,84 persen. 

Selain itu, SBI juga berhasil mencapai peningkatan Laba Sebelum Bunga dan Pajak Penghasilan sebesar 158,12 persen menjadi Rp 493 miliar dibandingkan tahun 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.