Kementerian PUPR Tanam 176.214 Pohon di Seluruh Area Infrastruktur

Kompas.com - 05/12/2020, 12:06 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, saat menanam anakan pohon di sekitar areal Bendungan Raknamo, Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (28/11/2017)    Kompas.com/Sigiranus Marutho BereMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, saat menanam anakan pohon di sekitar areal Bendungan Raknamo, Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (28/11/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penanaman pohon sebanyak 176.214 pohon di seluruh area infrastruktur yang dibangun seluas 3.750 hektar. 

Staf Ahli PUPR Bidang Sosial, Budaya, dan Peran Masyarakat Sudhirman mengatakan hal itu dalam sambutannya pada acara penanaman pohon di greenbelt (sabuk hijau) Bendungan Gondang, Jawa Tengah, Sabtu (5/12/2020)

"Sebagai rekapitulasi sementara dapat kami sampaikan, jumlah pohon yang akan dicanangkan untuk ditanam mulai hari ini adalah 176.214 pohon," tegas Sudhirman.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bakti PU ke-75 yang jatuh setiap 3 Desember.

Sudhirman mengatakan, kegiatan penanaman pohon tersebut menindaklanjuti arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pohon yang ditanaman terdiri dari dua jenis yakni, pohon yang memperkuat infrastruktur dan bernilai ekonomis terutama dari buahnya.

Baca juga: Jasa Marga Borong Empat Gelar Pengelolaan Jalan Tol Berkelanjutan

Dia melanjutkan, teknis penanaman pohon telah diatur sedemikian rupa dengan memperhatikan kondisi lahan dan area infrastruktur yang akan ditanam, jenis pohon, serta metode penanaman dan pemeliharaan.

Dalam kegiatan pelaksanaannya, kegiatan tersebut mengikutsertakan Ikatan Pensiunan PUPR, Gerakan Nasional Penyelamatan Air, dan komunitas-komunitas binaan di unit organisasi dan balai-balai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Penanaman pohon ini dinilai sebagai komitmen kuat Kementerian PUPR dalam rangka menciptakan pembangunan infrastruktur berkelanjutan ramah lingkungan (environmental friendly).

Dengan pendekatan tersebut, imbuh Sudhirman, fungsi-fungsi pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas namun tetap memperhatikan kondisi alam di sekitarnya, termasuk kebersihan.

Oleh sebab itu, kegiatan penanaman pohon tersebut diikuti dengan pemetaan yang menunjukkan progres luas tutupan lahan hijau dari waktu ke waktu.

"Insya Allah, keikhlasan dan dedikasi Bapak, Ibu, Saudara akan mempunyai makna penting dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan ramah lingkungan," tutup Sudhirman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X