Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/01/2023, 11:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktor Lutfi Agizal melaporkan lima pemilik akun pembuat konten nenek mandi lumpur ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (21/1/2023).

Kuasa Hukum Lutfi Agizal, Sukardin mengatakan, kliennya mengaku dirugikan dari viralnya konten nenek mandi lumpur.

Pasalnya, ada salah satu produk yang meminta Lutfi untuk membuat konten mengikuti aksi mandi lumpur tersebut.

Baca juga: 4 Fakta Lutfi Agizal Laporkan Pemilik Akun Konten Nenek Mandi Lumpur ke Polda Metro Jaya

“Kerugian dia ya memang ada kerugian yang secara langsung dialami sama dia. Gara-gara konten itu, ada produk yang meminta dia juga kayak gitu. Karena lagi viral yang mandi-mansi kayak gitu,” ujar Sukardin saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/1/2023).

“Jadi dia diminta untuk mandi-mandi kayak gitu sambil megang produknya. Entah mandi lumpur atau mandi air, tapi dalam konten itu harus ada mandi-mandi itu karena yang mandi itu lagi viral,” lanjut Sukardin.

Namun, karena Lutfi menolak akhirnya kontraknya dengan produk tersebut diputus. Sukardin mengeklaim Lutfi kehilangan Rp 60 juta.

Baca juga: Lutfi Agizal Bantah Pansos Usai Laporkan Pemilik Akun Konten Nenek Mandi Lumpur

“Kontraknya Rp 60 juta diputus gara-gara dia enggak mau melakukan hal yang sama dilakukan oleh dugaan pengemis online itu. 'Nanti saya beban dong harus ngikut-ngikutin'. Itulah kerugian yang dialaminya,” kata Sukardin.

Selain karena mengalami kerugian, Sukardin mengatakan, Lutfi juga punya beban moril.

Lutfi khawatir konten nenek mandi lumpur ini diikuti seluruh daerah karena penghasilan yang didapat puluhan hingga ratusan juta rupiah dari sekali live.

Baca juga: Lutfi Agizal Laporkan Pemilik Konten Nenek Mandi Lumpur ke Polda Metro Jaya

“Di samping itu dia punya beban moril juga untuk menyelamatkan generasi bangsa ini. Khawatirnya menjamur ke daerah-daerah lain, ke Jawa, Sumatera, Banten. Kalau banyak diikutin berbahaya juga untuk anak bangsa kayak gini,” kata Sukardin.

“Nanti yang lansia dieksploitasi anak mudanya malas enggak mau kerja. Sehingga hancur moral bangsa kita ke depannya,” tutur Sukardin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+