Kompas.com - 25/01/2022, 21:25 WIB
Sutradara sekligus CEO Visinema Pictures, Angga Dwimas Sasongko di Kantor Visinema Pictures, Jakarta, Jumat (15/1/2021). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOSutradara sekligus CEO Visinema Pictures, Angga Dwimas Sasongko di Kantor Visinema Pictures, Jakarta, Jumat (15/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Angga Dwimas Sasongko tak menyangka adegan perbudakan di dalam film Ben & Jody terjadi di dunia nyata.

Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin, diduga melakukan perbudakan setelah ditemukan memiliki kerangkeng di rumahnya.

Angga Dwimas Sasongko menulis adegan perbudakan dan kerja paksa di hutan sawit dalam film Ben & Jody.

Baca juga: Hanung Bramantyo Kecam Kerangkeng di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

"Saya menulis cerita di film Ben & Jody, ada manusia-manusia dikerangkeng dan kerja paksa babat hutan untuk buka lahan sawit. Membayangkan dan mengadegankannya saja perih sekali," tulis Angga seperti dikutip Kompas.com dari Twitter-nya, Selasa (25/1/2022).

Hati Angga Dwimas Sasongko semakin tersakiti setelah melihat fantasi yang ada di dalam pikirannya selama ini ternyata nyata.

"Hari ini saya baca berita, hal itu terjadi di dunia nyata dan dilakukan struktur kekuasaan," tulisnya.

Baca juga: Kata Ernest Prakasa soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat: Andai Ini Hanya Adegan Film

Film Ben & Jody sendiri merupakan khayalan dari sutradara Angga Dwimas Sasongko.

Jika dalam dua film sebelumnya dynamic duo Chicco Jerikho dan Rio Dewanto membicarakan kopi, film kali ini sangat berbeda.

Cerita filmnya dikembangkan dan membahas konflik agraria serta mengusung genre action.

Baca juga: Ide Cerita Ben & Jody Dituding Menjiplak, Angga Sasongko Bereaksi

Sebagai informasi, Bupati Langkat nonaktif yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Terbit Rencana Perangin-Angin, diduga melakukan kejahatan lain berupa perbudakan terhadap puluhan manusia.

Dugaan itu diungkap Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat, Migrant Care, yang menerima laporan adanya kerangkeng manusia serupa penjara (dengan besi dan gembok) di dalam rumah bupati tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.