Film Raya and The Last Dragon Suarakan Pesan Kemanusiaan dan Kesetaraan Gender

Kompas.com - 19/03/2021, 12:45 WIB
Awkwafina akan mengisi suara naga terakhir dalam Raya and the Last Dragon, Sisu. DisneyAwkwafina akan mengisi suara naga terakhir dalam Raya and the Last Dragon, Sisu.

FILM produksi Walt Disney yang berjudul Raya dan The Last Dragon tayang pada 3 Maret 2021 di seluruh bisokop Indonesia dan platform streaming Disney Plus hingga hari ini. Dilansir dari laman IMDb, film ini berhasil mendapat rating 7.5/10 dari 27.825 penilai.

Film animasi garapan sutradara Carlos Lopeza Estrada dan Don Hall ini menjadi film produksi Walt Disney pertama yang terinspirasi dari budaya Asia Tenggara. Tidak heran jika kita dapat menikmati unsur budaya Indonesia dalam film ini seperti senjata Raya yang menyerupai keris, caping, batik, hingga dentingan suara gamelan sebagai backsound musik.

Raya and the Last Dragon bercerita tentang petualangan gadis remaja, Raya (Kelly Marie Tran), dalam mencari naga terakhir, Sisu (Awkwafina) untuk menyelamatkan dunia.

Baca juga: Kenalan dengan 11 Karakter Raya and The Last Dragon yang Kental Budaya Asia Tenggara

Dahulu kala di pulau Kumandra, naga dan manusia hidup berdampingan secara harmonis hingga suatu Druun, wabah penyakit yang tercipta dari perselihan manusia, menghancurkan segalanya.

Druun mampu mengubah siapa saja yang disentuhnya menjadi batu, termasuk para naga. Namun, sebelum diserang, para naga telah menggabungkan sihir mereka dan menciptakan bola permata sihir yang berhasil memusnahkan Druun dan menghidupkan kembali manusia yang sebelumnya menjadi batu.

Akan tetapi, semua naga tetap menjadi batu, kecuali Sisu (the last dragon). Sejak saat itu Sisu menghilang dan meninggalkan permata sihirnya.

Kekhawatiran manusia akan kembalinya Druun membuat mereka saling berebut bola permata yang berujung pada terpecahnya Kumandra menjadi beberapa wilayah di antaranya Heart (tempat Raya tinggal), Fang, Spine, Talon, dan Tail.

Perkelanaan Raya dimulai sekitar 500 tahun kemudian ketika Benja (Daniel Dae), kepala suku Heart, yang juga ayah Raya, mengundang seluruh suku untuk berdamai dan kembali bersatu menjadi Kumandra.

Baca juga: Raya and the Last Dragon Bukukan Rp 123 Miliar di Box Office Dunia

Sayangnya, di tengah jamuan, Namaari (Gemma Chan) dari suku Fang yang juga menjadi musuh kecil Raya berkhianat dan berniat mencuri permata sihir.

Bola permata akhirnya pecah menjadi lima bongkahan dan dicuri oleh masing-masing suku untuk menyelamatkan wilayah mereka dari serangan Druun.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X