Film Raya and The Last Dragon Suarakan Pesan Kemanusiaan dan Kesetaraan Gender

Kompas.com - 19/03/2021, 12:45 WIB
Awkwafina akan mengisi suara naga terakhir dalam Raya and the Last Dragon, Sisu. DisneyAwkwafina akan mengisi suara naga terakhir dalam Raya and the Last Dragon, Sisu.

Namun, di sisi lain kepercayaan (trust) menjadi salah satu kualitas kemanusiaan yang ingin disampaikan dalam film ini. Peristiwa masa kecil tentang pengkhianatan Namaari membuat Raya kehilangan kepercayaan dan selalu curiga kepada orang lain.

Adalah Sisu Sang the Last Dragon yang terus menyuarakan trust, pengorbanan, dan kebijaksanaan sebagai kualitas kemanusiaan (humanity) yang mampu mengalahkan prasangka, kebencian, dan keserakahan manusia.

Di akhir cerita Sisu berhasil menaklukan hati Namaari yang ambisius dan mengajarkan arti pengorbanan serta keikhlasan kepada Raya. Kemudian konsep trust berhasil menciptakan perdamaian dan menyatukan Kumandra.

Pesan ini menyentil realitas sosial tentang perpecahan dan konflik sosial yang diakibatkan oleh prasangka, kebencian, ketamakan, keinginan untuk berkuasa.

Film ini seolah ingin mengatakan bahwa sudah saatnya manusia saling introspeksi diri dan mengahkhiri permusuhan untuk menciptakan perdamaian di muka bumi ini.

Kesetaraan gender dan negosiasi mitos femininitas

Satu hal lagi yang menarik untuk disoroti dari dari film ini adalah aspek gender yang direpresentasikan melalui tokoh-tokoh utamanya yang didominasi oleh gender perempuan, antara lain, Raya, Sisu, Namaari, dan Virana (Sandra Oh).

Raya and the Last Dragon adalah salah satu dari beberapa film Disney yang menampilkan tokoh perempuan sebagai sosok heroik, berbeda dengan film-film Disney klasik seperti Cinderella dan Sleeping Beauty yang membatasi ruang gerak tokoh perempuan di ranah publik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 3 Fakta Menarik Film Animasi Terbaru Disney, Raya and The Last Dragon

 

Film-film Disney saat ini lebih menunjukkan dukungannya kepada isu kesetaraan gender, seperti dalam Moana, Frozen, Finding Dory, Brave, dan lain-lain.

Isu kesetaraan gender dalam film Raya and the Last Dragon bisa terlihat dari tokoh Raya, seorang petualang yang pandai bela diri, mandiri, dan pemberani, sama halnya dengan sosok Namaari yang pemberani dan ambsius serta sosok Virana yang otoriter.

Mitos tentang konsep femininitas yang sering dilekatkan dengan gender perempuan dinegosiasikan. Anggapan bahwa perempuan adalah sosok yang lemah baik secara fisik maupun psikis dalam kerangka berpikir masyarakat patriarkis juga dibantah dalam film ini.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X