Kompas.com - 19/01/2021, 17:24 WIB
Kuasa hukum Tyo Pakusadewo, Santrawan Pararang (kiri) dan anaknya Maharani Annisa Pakusadewo saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (15/12/2020). KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI Kuasa hukum Tyo Pakusadewo, Santrawan Pararang (kiri) dan anaknya Maharani Annisa Pakusadewo saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (15/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Tyo Pakusadewo, Santrawan T Paparang memperingati penyidik yang menangani berkas kasus kliennya sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan.

Pasalnya, santrawan menduga, penyidik tidak melampirkan berkas assessment Tyo Pakusadewo.

Padahal, dalam surat tersebut Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta merekomendasikan Tyo Pakusadewo direhabilitasi kepada Kejari Jakarta Selatan.

"Jadi kalau dikaitkan, ada agenda terselubung. Misalnya digambarkan, ada jaringan. Kita bisa buktikan dalam persidangan, kita dapat surat BNNP DKI Jakarta yang dikeluarkan langsung oleh Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Pol Tagam Sinaga," kata Santrawan saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/1/2021).

"Memang betul ada assessment, cuma tidak dilaksanakan. Inikan pelanggaran, kalau diajukan ke Propam Polri, pasti dia (penyidik) kena kode etik," ujar Santrawan melanjutkan.

Baca juga: Tyo Pakusadewo Divonis 1 Tahun Penjara

Dalam pledoi, Tyo Pakusadewo juga meminta kepada majelis hakim agar diberikan rehabilitasi untuk menjalani pengobatan di RSKO.

Sementara, Santrawan mengatakan, dalam pledoi sudah menyatakan bakal melaporkan penyidik kepada Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

"Kami sudah sampaikan dalam pledoi bahwa akan mengajukan laporan, ini tergantung keluarga. Karena bukan penasihat hukum yang lapor," kata Santrawan.

"Kami sih siap untuk melanjutkan proses itu (pelaporan ke Propam Polri). Ini kan kasus serius. Kenapa itu assesment tidak ditindaklanjuti? Iyut Bing Slamet dua kali (rehabilitasi), Reza Artamevia dua kali (rehabilitasi). Kok bisa dapat? Ada apa?" ucap Santrawan melanjutkan.

Oleh karena itu, Santrawan mengatakan Tyo Pakusadewo bukanlah penjahat kelas kakap yang mengedarkan narkotika.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X