Sukses di Jakarta, Soimah: Hidupku Hampir Enggak Punya Cita-cita

Kompas.com - 01/12/2020, 06:07 WIB
Penyanyi dan pembawa acara Soimah saat berbincang-bincang dengan Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho dalam program BEGINU. Kompas.comPenyanyi dan pembawa acara Soimah saat berbincang-bincang dengan Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho dalam program BEGINU.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berhasil menjadi bintang di Jakarta, penyanyi Soimah Pancawati ternyata tidak pernah memiliki impian muluk.

Berawal dari kecintaannya terhadap seni, Soimah membiarkan dirinya mengikuti arus ke mana dia akan dibawa nanti.

Seperti ketika awal hijrahnya dari Pati, Jawa Tengah ke kota Yogyakarta. Semua berawal dari omongan sederhana tantenya, MM Ngatini yang kebetulan melihat foto Soimah sedang menari.

Baca juga: Cerita Soimah Besar di Pinggir Pantai, Mandi Air Asin dan Tangan Merah

Ngatini adalah seorang guru di padepokan tari Bagong Kussudiardjo, Yogyakarta.

Melihat bakat keponakannya itu, Ngatini langsung menawarkan membawa Soimah ke Yogyakarta untuk belajar lebih banyak seni tari.

Padahal saat itu Soimah sudah merasa nyaman dengan kehidupannya di Pati, berkesenian di sana meskipun dengan honor yang kecil.

Baca juga: Dulu Kesal pada Didikan Keras Orangtua, Soimah Kini Memetik Hikmahnya

"Enggak ada dorongan untuk pergi ke Yogya, aku tuh hidupku hampir enggak punya cita-cita," kata Soimah dikutip dari konten Beginu#3, Kompas.com, Senin (30/11/2020).

Begitupun ketika di Jogja, saat jurusan tari yang sudah diincarnya penuh, Soimah tak memaksakan masuk jurusan tari dan akhirnya mengambil jurusan karawitan di SMKI (Sekolah Menengah Kesenian Indonesia).

Dari situ dia banyak berkegiatan di bidang seni, bertemu banyak komunitas, sambil tetap belajar tari di padepokan Bagong Kusidihardjo.

Baca juga: Salurkan Hobi Bercocok Tanam Saat Pandemi, Soimah Raup Keuntungan Mencapai Rp 20 Juta Per Bulan

Hanya saja saat itu, masih belum ada dalam pikirannya akan dibawa ke mana arah jalan hidupnya nanti.

"Sebenarnya di Yogya itupun aku masih berpikiran 'aku masih enjoy dalam berkesenian' jadi apa yang aku lakukan, aku enjoy, jadi aku itu enggak punya ke depannya aku mau jadi apa, aku itu enggak tahu," ujar seniman yang kini berusia 40 tahun tersebut.

Demikian halnya saat Soimah memutuskan mengadu nasib di Jakarta. Tidak ada perasaan, cita-cita atau keinginan berlebih untuk mencoba panggung yang lebih besar atau keinginan lainnya.

Baca juga: Sebelum Jadi Artis, Soimah Akui Sering Pakai Barang Palsu

"Ngalir kabeh uripku (mengalir semua hidupku). Aku enggak punya cita-cita, enggak kemrungsung, pokoke sing penting," ucapnya terhenti dan berpikir.

Kemudian Soimah berkata, "Enggak ngerti aku, otakku neng endi yo ra paham."

Namun satu yang pasti, Soimah mengatakan apa yang awal membawanya ke Jakarta adalah karena artikel Harian Kompas. Artikel itu berjudul "Sihir Soimah" yang membahas tentangnya hingga membuat dia banyak dipanggil stasiun televisi di Jakarta.

Baca juga: Soimah Ungkap Perjuangan Raffi Ahmad Dapatkan Nagita Slavina

"Berita inilah yang membuat saya akhirnya di-calling TV-TV di Jakarta," kata Soimah sambil menunjukkan artikel koran tentang dirinya yang sudah dibingkai rapi.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X