Dulu Kesal pada Didikan Keras Orangtua, Soimah Kini Memetik Hikmahnya

Kompas.com - 30/11/2020, 21:08 WIB
Penyanyi dan pembawa acara Soimah Kompas.comPenyanyi dan pembawa acara Soimah

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi dan presenter Soimah menceritakan tentang kehidupan keras yang dia jalani sejak kecil, karena didikan kedua orangtuanya.

Namun Soimah kini bisa merasakan hikmah didikan keras dari orangtuanya. Soimah tidak merasa takut hidup susah ketika pandemi Covid-19 terjadi.

"Ketika Covid kemarin saya enggak takut kelaparan, justru yang saya pikirkan adalah orang-orang di sekitar, karena nek aku wis biasa urip kere (kalau aku sudah biasa hidup susah), jadi enggak kaget," ujarnya dikutip dari konten Beginu#3, Kompas.com, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Salurkan Hobi Bercocok Tanam Saat Pandemi, Soimah Raup Keuntungan Mencapai Rp 20 Juta Per Bulan

Bekerja keras bukan hal baru bagi Soimah. Dulu sepulang sekolah, Soimah harus mencari makan sendiri, apapun itu yang penting bisa dimakan.

"Kerja keras dari SD, dari kecil, dari orangtua memperlakukan anak, enggak ngerti wong tuwo jaman semono, juga sempet kesel, karena enggak ada waktu main," ucap Soimah.

Tapi seiring bertambahnya usia, Soimah mulai menyadari arti didikan keras orangtuanya dulu. Hal itu mulai disadari Soimah ketika mulai berumah tangga. 

Baca juga: Sebelum Jadi Artis, Soimah Akui Sering Pakai Barang Palsu

"Tujuan orangtua ternyata mendidik dan bisa membuat aku mandiri. Karena seringkali orangtua aku ngomong 'cah wedok aja manja, kudu isa ngene kudu isa ngene (anak perempuan jangan manja, harus bisa ini dan itu)'. Jadi jangan sampai disuruh orangtua bilang tidak, enggak berani saya dulu," tutur pemilik nama Soimah Pancawati tersebut. 

Karena itu Soimah percaya, didikan orangtua tidak ada yang salah. Walaupun, sebagai anak saat itu pasti memiliki prasangka terhadap orangtua. 

Baca juga: Disinggung Masalah dengan Artis Lain, Soimah: Emangnya Saya Nikita Mirzani

Meski demikian Soimah memilih tidak menerapkan didikan ala orangtuanya kepada anak-anaknya. Cara orangtuanya, kata Soimah, bisa dianggap kekerasan pada anak di era sekarang.

"Nanti aku bisa dihukum, karena kalau dulu salah dikit digebuk, jadi enggak isa, kalau diterapkan saiki," kata Soimah. 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X