Ini Alasan Ardhito Pramono Dulu Pilih Home Schooling

Kompas.com - 26/10/2020, 16:54 WIB
Ardhito Pramono pemain film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini saat promo film di Kantor Redaski Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta,Jumat ( 3/1/2020). Ardhito Pramono berperan sebagai Kale di Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini. KOMPAS.com/DIENDRA THIFAL RAHMAHArdhito Pramono pemain film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini saat promo film di Kantor Redaski Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta,Jumat ( 3/1/2020). Ardhito Pramono berperan sebagai Kale di Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini.
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Awal mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), penyanyi Ardhito Pramono pernah memilih berhenti sekolah karena tidak cocok dengan lingkungan pergaulan serta para gurunya.

Setelah itu ia yang baru berusia 16 tahun dikirim orangtuanya untuk belajar bahasa Inggris selama tiga bulan di Sydney, Australia.

Setelah kembali ke Indonesia, Ardhito masuk ke sebuah SMA di Jakarta. Dia mengaku saat itu semangat belajarnya berapi-api.

Baca juga: Gara-gara Alami Hal Ini di Sekolah, Ardhito Pramono Dikirim ke Sydney

"Namun pas saya udah bertekad untuk menjadi murid yang baik, saya enggak bandel, belajar matematika sebisa saya, masih ada aja guru-guru yang masih belum bisa menghargai kerja saya," kata Ardhito Pramono, dikutip dari kanal YouTube Gita Wirjawan, Senin (26/10/2020).

Ardhito menceritakan kejadiannya bermula dengan PR yang ia kerjakan sendiri tanpa dibantu teman atau menyontek. Namun nilai yang didapatnya saat itu 2,5.

Ia pun berusaha meyakinkan sang guru bahwa PR itu dikerjakan dengan usahanya sendiri bahkan begadang sampai jam 03.00 pagi.

Baca juga: Berawal dari Bimbel Matematika, Ardhito Pramono Jadi Belajar Musik

"Tapi pada saat itu guru saya di depan kelas, dia agak mempermalukan saya. Dia bilang 'pantas aja kamu enggak naik kelas'," ungkap Ardhito.

Padahal ia tidak naik kelas memang karena memutuskan cuti sekolah.

"Saya merasa sangat dipermalukan, saya turun ke ruangan kepala sekolah. Saya bilang, 'boleh undang ibu saya ke sini? Karena sepertinya saya udah enggak mau sekolah lagi di sini'," tutur Ardhito.

Baca juga: Punya Ayah Pemasok Mesin Pesawat Militer, Ardhito Pramono Dididik Keras Sejak Kecil

Kata Ardhito, ibunya sangat mendukung keputusannya untuk keluar dari sekolah tersebut.

"Pada saat itu kami langsung cari home schooling. Di mana memang masuk jam 09.00, pulang jam 12.00. Sisa waktunya bisa saya gunakan untuk ke studio (musik) dan saya pada saat itu belajar di radio jadi DJ (disk jockey)," jelas Ardhito.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X