Karen Pooroe Bantah Pernyataan Suami Terkait Pemalsuan Identitas di RSJ

Kompas.com - 26/03/2020, 14:13 WIB
Karen Pooroe didampingi tim kuasa hukum saat konfrontasi di Polres Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020) KOMPAS.com/ MELVINA TIONARDUSKaren Pooroe didampingi tim kuasa hukum saat konfrontasi di Polres Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Karen Pooroe, Wemmy Amanupunyo, membantah kliennya memalsukan identitas Arya Satria Claproth di salah satu Rumah Sakit Jiwa di Jakarta.

Wemmy mengatakan, Arya tidak mungkin mendapatkan rekam medis dari rumah sakit tersebut.

Baca juga: Babak Baru Perseteruan Arya Claproth dan Karen Pooroe, Tuntut Minta Maaf dan Ancam Lapor Balik

"Kan enggak mungkin dong yang bisa ambil itu (rekam medis). Jangan kan kita orang biasa, polisi pun tidak bisa ambil karena yang bisa mengambil hanya orang yang bersangkutan," katanya saat dihubungi, Kamis (26/3/2020).

Sebagai informasi, dalam jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2020) Arya membeberkan bukti rekam medis yang menurutnya dipalsukan oleh Karen.

Bukti tersebut untuk membantah tudingan Karen yang menyebutnya pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa selama empat tahun.

Baca juga: Kuasa Hukum Karen Pooroe Tak Khawatir Arya Claproth Laporkan Balik

Meski begitu, Wemmy membenarkan pernyataan Arya yang menyebut Karen datang ke rumah sakit tersebut pada 21 Oktober 2019.

Namun, kata Wemmy, Karen datang bukan untuk memalsukan identitas Arya, melainkan meminta bukti rekam medis suaminya untuk dibeberkan dalam sidang cerai.

"Iya betul saya akuin itu, Mba Karen pernah ke sana untuk memastikan (Arya peran dirawat). Karena kita butuh data itu untuk di pengadilan perceraian," ungkapnya.

Baca juga: Disebut Bikin Laporan Palsu, Kuasa Hukum Karen Pooroe Angkat Bicara

Kendati demikian, lanjut Wemmy, Karen tidak berhasil mendapatkan data yang diinginkan. Wemmy berujar, pihak rumah sakit hanya mengeluarkan rekam medis bila pengadilan dan orang yang bersangkutan yang meminta data.

"Mintalah Mba Karen, ternyata tidak boleh. Tapi dikasih tahu memang betul Arya pernah dirawat di sana, dokter yang bersangkutan yang pernah bicara sendiri," ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X