Perjalanan Panjang Dua Garis Biru, Film Terpuji FFB 2019

Kompas.com - 23/11/2019, 15:36 WIB
Dua Garis Biru. Dua Garis Biru.

BANDUNG, KOMPAS.com – Film Dua Garis Biru meraih tiga penghargaan dalam Festival Film Bandung (FFB) 2019, untuk kategori film bioskop terpuji, penulis skenario terpuji, dan penata artistik terpuji.

Dalam kategori film bioskop terpuji, Dua Garis Biru mengungguli empat film lainnya yaitu Ambu, Keluarga Cemara, Preman Pensiun, dan Suzzanna: Bernapas dalam Kubur.

Penulis skenario Dua Garis Biru, Ginatri S Noer mengatakan, penghargaan yang diberikan kepada film tersebut memperlihatkan penerimaan masyarakat.

“Film ini diterima oleh orang-orang,” ujar Ginatri di sela-sela acara FFB 2019 di Bandung Barat, Jumat (22/11/2019) malam.

Gina menceritakan proses panjang pembuatan skenario Dua Garis Biru. Ia membutuhkan waktu 10 tahun menyelesaikannya.

Baca juga: Dua Garis Biru Bersaing dengan Keluarga Cemara hingga Suzzanna di Festival Film Bandung 2019

“Saya mulai menulis draf pertama skenario ini 2009-2010. Dari sana memutuskan untuk berhenti dulu,” ucap Gina.

Ia melanjutkan draf skenario tersebut pada 2018 hingga film ini akhirnya dibuat, ditayangkan di bioskop, dan disambut masyarakat.

Bagi dia, film yang baik adalah film yang dibuat dengan rasa dan mengusung hal-hal ataupun maksud yang baik. Salah satu film yang dibuat dengan rasa adalah Dua Garis Biru.

Baca juga: Angga Yunanda Bangga Film Dua Garis Biru Direspons Positif di Malaysia

 

“Saya pun bersyukur, FFB mengapresiasi film-film membanggakan dari Indonesia,” tuturnya.

Film Dua Garis Biru menampilkan dua bintang muda sebagai pemeran utama, yakni Adhisty Zara sebagai Dara dan Angga Aldi Yunanda sebagai Bima.

Film itu juga dibintangi Dwi Sasono, Lulu Tobing, Maisha Kanna, dan Rachel Amanda Aurora.

Dua Garis Biru menceritakan kisah kasih dua siswa SMA yang harus menikah di usia 17 tahun karena hamil.

Baca juga: Sutradara Buka Kemungkinan Buat Sekuel dari Film Dua Garis Biru

 

Kedua pasangan muda ini kemudian dihadapkan pada kehidupan yang tidak terbayangkan untuk anak seusia mereka, yakni kehidupan sebagai orangtua.

Keduanya kemudian dihadapkan pada kehidupan yang tak terbayangkan bagi anak seusia mereka, kehidupan sebagai orangtua.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X