Kuasa Hukum: Penetapan Tersangka Jeremy Thomas Jadi Double Jeopardy, Apa Artinya?

Kompas.com - 08/11/2019, 15:06 WIB
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Jeremy Thomas buka suara ihwal penetapan tersangka kasus dugaan penipuan vila kepada Jeremy.

Diketahui, Jeremy ditetapkan tersangka pada tahun 2017 lalu dan kini berstatus sebagai tahanan kota.

Menurut kuasa hukum Jeremy, Dasril Affandi, kasus hukum yang kini menjerat kliennya menjadi double jeopardy alias hukuman ganda.

Dalam asas double jeopardy disebutkan, ada sebuah pembelaan hukum yang melarang seseorang diadili untuk kedua kalinya untuk pelanggaran hukum yang sama.

Sementara, kata Dasril, kasus hukum yang menjerat Jeremy sempat bergulir dalam ranah hukum perdata, namun kini bergulir kembali dalam ranah pidana.

"Bagi saya ini aneh, secara perdata dia ( Patrick Morris pelapor Jeremy Thomas) tidak memiliki legal standing, sudah diputus oleh Mahkamah Agung, terus secara pidana dia datang ke situ (vila sengketa) di (perkara) pidana dinyatakan bersalah," ucap Dasril kepada Kompas.com via telepon, Jumat (8/11/2019).

"Tapi kok ada lagi kasus itu, dan yang lain, kalau pun ada berlaku umum (hukum) yang dilanggar, ada itu namanya asas double jeopardy," tambah Dasril.

Baca juga: Kuasa Hukum Jeremy Thomas: Patrick Morris Tidak Punya Legal Standing soal Sengketa Vila di Bali

Menurut Dasril, seharusnya setelah keluar ketetapan hukum atas gugatan perdata kepemilikan vila tak boleh lagi ada proses hukum dari kasus tersebut.

"Satu perkara itu diproses berkali-kali, enggak boleh itu, atau double jeopardy kalau di Amerika namanya," ujarnya.

"Tapi dicari jalurnya gitu, kemarin dia (Patrick Morris laporkan secara) perdata tentang kepemilikan sekarang penipuan penggelapan, kapan selesainya, kalau perdata saja, kan dasarnya perdata," sambungnya.

Baca juga: [POPULER HYPE] Ari Lasso Blak-blakan Bicara Ahmad Dhani | Pelapor Jeremy Thomas Buka Suara

Dasril menambahkan, pada intinya sengketa kepemilikan vila yang dipersoalkan selama ini sudah selesai karena didasari dari kesepakatan antar pihak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X