Kuasa Hukum Jeremy Thomas: Patrick Morris Tidak Punya Legal Standing soal Sengketa Vila di Bali

Kompas.com - 08/11/2019, 14:35 WIB
KOMPAS.com/IRA GITA
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Jeremy Thomas menanggapi pernyataan Alexander Patrick Morris, yang melaporkan arits peran itu dalam kasus sengketa vila di Bali.

Kuasa hukum Jeremy, Dasril Affandi, mengatakan Patrick tak punya legal standing atau hak gugatan atas suatu perkara atau sengketa.

Dasril menambahkan, selama ini Patrick menyampaikan putusan pengadilan yang sepotong alias tak utuh.

"Atas putusan di Pengadilan Negeri Gianyar itu, kan dilakukan banding dan sudah ada putusan banding. Dan putusan banding itu sudah dilakukan kasasi dan keputusan di PN Gianyar seperti yang disampaikan Patrick," ucap Dasril kepada Kompas.com via telepon, Jumat (8/11/2019).

"Tetapi putusan itu dibanding, merubah putusan Pengadilan Gianyar (yang sempat memenangkan Patrick atas kepemilikan vila)," tambahnya.

Dasril menjelaskan, putusan kasasi yang ada telah menguatkan sengketa perdata atas kepemilikan vila sekaligus menyatakan bahwa Patrick tak punya legal standing yang kuat.

"Apa itu putusan kasasi, putusan kasasi pertama menolak kasasinya Patrick dan yang kedua adalah Patrick tidak memiliki legal standing. Terus yang ketiga Pengadilan Negeri Gianyar tidak memiliki kewenangan untuk mengadili," tutur Dasril.

"Artinya Patrick berdasarkan putusan kasasi tahun 2017, tidak memiliki kedudukan hukum atau legal standing untuk mengajukan gugatan atau klaim kepemilikan villa Ubud, Bali itu," sambungnya.

Baca juga: Pekerjaan Jeremy Thomas Terganggu karena Kasus Penipuan

Dengan keluarnya putusan kasasi hingga di tingkat Mahkamah Agung, kata Dasril, maka secara otomatis Patrick tak lagi punya hak untuk menggugat secara perdata.

"Tapi kan putusan PN Gianyar itu telah dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Bali dan telah dibatalkan juga oleh putusan kasasi Mahkamah Agung," ujarnya.

Berkait kisruh perjanjian kepemilikan vila, Dasril menyebut sudah ada kesepakatan atas peralihan hak miliknya dan semua pihak telah menandatangi, termasuk Patrick yang disebut telah menerima sejumlah uang sebesar Rp 17 miliar dari pihak Jeremy Thomas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X