Pelapor Jeremy Thomas: Akhirnya Kasus Dugaan Penipuan Rp 45 Miliar Terungkap

Kompas.com - 07/11/2019, 21:41 WIB
Patrick Morris Alexander selaku pelapor Jeremy Thomas atas kasus dugaan penipuan vila didampingi kuasa hukumnya saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAPatrick Morris Alexander selaku pelapor Jeremy Thomas atas kasus dugaan penipuan vila didampingi kuasa hukumnya saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak pelapor artis peran Jeremy Thomas atas kasus dugaan penipuan vila mengapresiasi proses hukum yang tengah berjalan.

Ida Bagus Putu Astina selaku kuasa hukum Alexander Patrick Morris sebagai pelapor merasa upayanya selama ini telah membawa kejelasan fakta hukum ihwal dugaan penipuan oleh Jeremy Thomas.

"Saya beri apresiasi setinggi-tingginya, karena pada akhirnya misteri penipuan Rp 45 miliar di Ubud, Bali terungkap dan akan segera disidangkan," ucap Ida saat mendampingi Patrick saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: Patrick Morris, Pelapor Jeremy Thomas, Angkat Bicara

"Jadinya selama ini dibilang Rp 17 miliar kerugian pada Patrick itu tidak benar, Rp 45 miliar kerugian Patrick," tambah Ida.

Menurut Ida, kasus ini sebenarnya sudah lama bergulir, hanya saja, karena Patrick seorang WNA telah menjadikan proses hukum yang ada terhambat hampir lima tahun.

"Karena Patrick tidak berdaya, dia orang asing, tidak punya uang, jadi Patrick harus bersabar, kalau bersabar saya yakin 5 tahun pasti well done. Pas 5 tahun well done," ucapnya.

Kata Ida, sengketa vila ini berawal dari Jeremy yang mengaku telah menjualnya tanpa ada transparansi pada Patrick selaku pemegang hak sewa konversi tanah. 

Baca juga: Pekerjaan Jeremy Thomas Terganggu karena Kasus Penipuan

"Tahun 2016 itu Villa Kirana di-pay stole sama Patrick nilainya Rp 45 milyar. Tapi entah benar atau tidak, Jeremy dia menjual dengan harga Rp 17 milyar. Kan cuma dia yang tahu," ucapnya.

Akan tetapi, hasil penjualan vila itu pun tak sampai ke tangan Patrick. Hingga akhirnya kasus ini sempat bergulir di Pengadilan Negeri Gianyar, Bali. Dan Patrick dinyatakan sebagai pemilik sah hak sewa konversi tanah atas vila tersebut.

"Putusannya adalah PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli), AJB (Akta Jual Beli), semua perjanjian dibatalkan oleh majelis hakim dan kembali ke sewa konversi," ucapnya.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X