Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/03/2022, 14:41 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- AC memang memiliki fungsi sebagai pendingin ruangan, namun jika alat elektronik ini tiba-tiba menghasilkan bunga es mungkin kamu perlu mencari tahu penyebabnya.

Munculnya bunga es yang menumpuk di dalam AC dapat membuat kinerja AC kurang maksimal. Hal ini juga menjadi pertanda adanya kerusakan pada AC.

Melansir dari Doctor Fix It, Sabtu (12/3/2022), ada banyak penyebab yang membuat AC menghasilkan bunga es.

Berikut ini adalah tanda-tanda umum yang perlu kamu perhatikan untuk mengetahui penyebab dan cara mencegah bunga es di AC.

Baca juga: Simak, Ini Suhu AC Terbaik di Rumah

Penyebab dan tanda awal penumpukan bunga es di AC

Ilustrasi pendingin ruangan atau AC (air conditioner).SHUTTERSTOCK/KWANGMOOZAA Ilustrasi pendingin ruangan atau AC (air conditioner).

Adanya penumpukan bunga es di AC merupakan efek dari cara kerja refrigerant AC yang memanfaatkan efek Joule-Thomson.

1. Sebelum memasuki koil evaporator, katup ekspansi menghilangkan tekanan udara dari cairan pendingin. Hal ini memungkinkannya mengembang menjadi uap dan dengan cepat mendingin hingga suhu mendekati titik beku.

2. Setelah uap bersentuhan dengan udara rumah, zat pendingin menyerap panas dari udara yang lewat itu. Hal ini juga menyebabkan uap air di udara mengembun menjadi bentuk cair.

3. Udara yang sekarang sejuk dan kering diarahkan kembali ke ruang dalam rumah. Sementara itu, refrigeran dikompresi dan dijalankan melalui koil kondensor, di mana ia melepaskan panas laten ke udara luar.

Baca juga: 3 Tanda AC Harus Segera Diperbaiki

4. Ingatlah jika suhu di sepanjang permukaan koil berada di dekat titik beku. Jika tidak ada cukup zat pendingin di AC atau cukup udara yang melewati koil, suhu koil bisa turun di bawah titik beku. Hal ini menyebabkan kelembaban di sekitarnya membeku pada area koil, sehingga membentuk lapisan-lapisan es.

Beberapa tanda awal AC mengalami penumpukan bunga es ialah AC tidak mengeluarkan udara dingin saat dinyalakan.

AC tidak mencapai titik suhu yang kamu inginkan, beberapa kali AC akan mulai berhenti dan menyalakan kembali kompresornya secara konstan. Hal ini tentunya dapat merusak AC dan membuatnya harus bekerja lebih keras.

Baca juga: 6 Tips Hemat Listrik saat Menggunakan AC

Tips mengatasi dan mencegah penumpukan bunga es di AC

Ilustrasi pendingin ruangan atau AC (air conditioner), menyalakan AC.SHUTTERSTOCK/SEASONTIME Ilustrasi pendingin ruangan atau AC (air conditioner), menyalakan AC.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat kamu dan teknisi lakukan untuk mengatasi dan mencegah penumpukan es:

1. Jika kamu melihat adanya penumpukan es, matikan AC lalu gunakan kipas angin. Untuk penumpukan es yang ringan, kipas angin dapat membantu mencairkan es.

2. Jika penumpukannya cukup berat, manfaatkan pengering rambut untuk mencairkan es. Jika masalah ini berulang, sebaiknya segera hubungi tenaga profesional.

3. Mintalah seorang profesional memeriksa pengisian bahan pendingin AC secara teratur dan awasi setiap kebocoran zat pendingin.

Baca juga: 7 Ciri-ciri AC Rusak yang Harus Dikenali

4. Pastikan koil evaporator dan kondensor bebas dari kotoran, debu, atau kotoran yang dapat menyebabkan penyumbatan aliran udara. Jika kamu tidak nyaman membersihkan koil evaporator sendiri, sebaiknya minta bantuan profesional untuk merawatnya.

5. Ganti filter udara AC secara teratur. Filter udara yang tersumbat dapat menyebabkan penyumbatan aliran udara yang pada akhirnya dapat menyebabkan penumpukan es.

6. Pastikan register udara di bagian depan AC tidak terhalang oleh furnitur ataupun gorden.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com