Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Kompas.com - 24/05/2024, 18:30 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber CNA

SINGAPURA, KOMPAS.com - Singapore Airlines (SIA) meminta maaf kepada penumpang SQ321 yang terluka.

Sebelumnya ada keluhan bahwa maskapai nasional tersebut tidak memberikan informasi setelah insiden turbulensi parah.

Salah satu korban mengaku tidak mendapat informasi apakah ia bisa mengajukan klaim asuransi dan istrinya yang kini dirawat intensif memerlukan evakuasi medis.

Baca juga: Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Dilansir dari CNA, warga negara Australia Keith Davis dan istrinya berada dalam penerbangan SQ321 dari London ketika mengalami turbulensi mendadak dan ekstrem saat terbang di atas Myanmar pada Selasa (21/5/2024).

Insiden memaksa pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat di Bangkok, Thailand.

Seorang penumpang meninggal karena serangan jantung dalam insiden tersebut sementara banyak lainnya terluka, beberapa di antaranya berada dalam perawatan intensif.

Berbicara kepada media di Rumah Sakit Samitivej Srinakarin Bangkok dengan kursi roda dan kepala diperban, Davis mengatakan bahwa tidak ada informasi sama sekali dari Singapura.

"Tidak satu kata pun," ujarnya.

“Saya perlu tahu, apakah saya akan menerima asuransi? Saya tidak tahu. Saya benar-benar dalam ketidakpastian. Istri saya di ICU, butuh evakuasi medis," tambahnya.

Menanggapi pertanyaan dari CNA, SIA mengatakan pihaknya meminta maaf kepada Tuan Keith Davis dan istrinya.

Baca juga: UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

Maskapai itu mengeklaim memberikan mereka dukungan dan bantuan yang diperlukan.

Mereka juga mengatakan bahwa perwakilan layanan pelanggan, yang merupakan staf sukarelawan yang dilatih untuk situasi seperti itu, telah menghubungi pasangan tersebut untuk memberikan informasi terkini dan bantuan.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Identitas Penumpang Tewas Singapore Airlines | Fisikawan Rusia Dipenjara

SIA menambahkan, pihaknya telah mengatur agar anggota keluarga dan orang-orang tercinta Davis dapat melakukan perjalanan ke Bangkok.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Biden dan Trump Sepakati Aturan Debat Pertama Pilpres AS 2024, Termasuk Tak Boleh Bawa Catatan

Biden dan Trump Sepakati Aturan Debat Pertama Pilpres AS 2024, Termasuk Tak Boleh Bawa Catatan

Global
1,5 Juta Jemaah Haji Serbu Padang Arafah untuk Wukuf di Tengah Cuaca Ekstrem

1,5 Juta Jemaah Haji Serbu Padang Arafah untuk Wukuf di Tengah Cuaca Ekstrem

Global
Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia yang Langgar Wilayah Udara

Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia yang Langgar Wilayah Udara

Global
Kamal Ismail, Arsitek yang Tolak Dibayar Usai Perluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kamal Ismail, Arsitek yang Tolak Dibayar Usai Perluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Global
Penampilan Publik Perdana Kate Middleton sejak Didiagnosis Kanker

Penampilan Publik Perdana Kate Middleton sejak Didiagnosis Kanker

Global
Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Internasional
Tzav 9, Kelompok Warga Israel yang Rutin Blokir, Jarah, dan Bakar Bantuan untuk Gaza

Tzav 9, Kelompok Warga Israel yang Rutin Blokir, Jarah, dan Bakar Bantuan untuk Gaza

Global
Ukraina Serang Perbatasan, 5 Warga Rusia Tewas

Ukraina Serang Perbatasan, 5 Warga Rusia Tewas

Global
Korut Bangun Jalan dan Tembok di Zona Demiliterisasi

Korut Bangun Jalan dan Tembok di Zona Demiliterisasi

Global
Di Gaza Utara Bawang Sekilo Rp 1,1 Juta, Warga Pilih Makan Roti

Di Gaza Utara Bawang Sekilo Rp 1,1 Juta, Warga Pilih Makan Roti

Global
WHO: Pasien Flu Burung di Meksiko Meninggal karena Kondisi Lain

WHO: Pasien Flu Burung di Meksiko Meninggal karena Kondisi Lain

Global
Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Global
Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Global
1,5 Juta Lebih Jemaah Menuju Arafah untuk Prosesi Wukuf

1,5 Juta Lebih Jemaah Menuju Arafah untuk Prosesi Wukuf

Global
Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com