Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panas Ekstrem 47,4 Derajat Celcius, India Liburkan Sekolah Lebih Awal

Kompas.com - 22/05/2024, 18:00 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Guardian

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pihak berwenang di ibu kota India telah memerintahkan sekolah-sekolah tutup lebih awal untuk liburan musim panas, setelah suhu di Delhi mencapai 47,4 derajat Celcius (117F).

Pejabat kota meminta sekolah-sekolah untuk segera tutup karena panas terik, menurut perintah pemerintah yang dikutip Hindustan Times pada Selasa (21/5/2024), yang mengurangi jangka waktu beberapa hari.

Biro cuaca India telah memperingatkan kondisi gelombang panas yang parah minggu ini, yang mencapai puncaknya 47,4 derajat Celcius di pinggiran kota Najafgarh Delhi pada Senin (20/5/2024), suhu terpanas di seluruh negeri.

Baca juga: Gelombang Panas India Capai 47,4 Derajat Celsius, Sekolah di New Delhi Tutup

Dilansir dari Guardian, pihak berwenang di negara bagian lain, termasuk Haryana, Madhya Pradesh, Punjab dan Rajasthan, juga telah memerintahkan penutupan sekolah.

India terbiasa dengan suhu musim panas yang sangat panas, namun penelitian ilmiah selama bertahun-tahun menemukan bahwa krisis iklim menyebabkan gelombang panas menjadi lebih lama, lebih sering, dan lebih intens.

Kementerian Meteorologi India memperingatkan dampak panas terhadap kesehatan, terutama bagi bayi, orang lanjut usia, dan penderita penyakit kronis.

Pada Mei 2022, suhu di sebagian wilayah Delhi mencapai 49,2 derajat Celsius (120,5 derajat Fahrenheit), media India melaporkan pada saat itu.

Putaran pemungutan suara berikutnya dalam pemilu India yang berlangsung selama enam minggu akan berlangsung pada Sabtu (26/5/2024), termasuk di Delhi. 

Jumlah pemilih menurun, dan para analis berpendapat bahwa cuaca yang lebih panas dari rata-rata adalah salah satu faktornya, serta ekspektasi luas bahwa perdana menteri, Narendra Modi, akan dengan mudah memenangkan masa jabatan ketiga.

Komisi pemilu India telah membentuk satuan tugas untuk meninjau dampak gelombang panas dan kelembapan sebelum setiap putaran pemungutan suara.

Baca juga: Penyebab Gelombang Panas di Filipina dan Negara Asia

Pada saat yang sama, negara bagian selatan India termasuk Tamil Nadu dan Kerala dilanda hujan lebat selama beberapa hari terakhir.

Baca juga: Gelombang Panas Mengakibatkan Kesenjangan Pendidikan

Badai hebat melanda wilayah lain di negara itu pekan lalu, termasuk ibu kota keuangan, Mumbai, di mana angin kencang meratakan papan reklame yang menewaskan 16 orang dan menyebabkan puluhan lainnya terjebak.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Global
AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

Global
Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial DIberi Peringatan Seperti Bungkus Rokok

Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial DIberi Peringatan Seperti Bungkus Rokok

Global
Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Global
Kritik Israel, Dua Lipa: Demi Kebaikan Lebih Besar, Saya Ambil Risiko

Kritik Israel, Dua Lipa: Demi Kebaikan Lebih Besar, Saya Ambil Risiko

Global
Negosiator Israel: Puluhan Sandera di Gaza Masih Hidup

Negosiator Israel: Puluhan Sandera di Gaza Masih Hidup

Global
Thailand Segera Jadi Negara Asia Tenggara Pertama Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

Thailand Segera Jadi Negara Asia Tenggara Pertama Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

Global
Monolit Misterius Muncul di Gurun Las Vegas

Monolit Misterius Muncul di Gurun Las Vegas

Global
Pengunjuk Rasa Anti-Pemerintah Israel Turun ke Jalan, Serukan Pemilu Baru

Pengunjuk Rasa Anti-Pemerintah Israel Turun ke Jalan, Serukan Pemilu Baru

Global
Putin: Korea Utara dengan Tegas Dukung Invasi Rusia di Ukraina

Putin: Korea Utara dengan Tegas Dukung Invasi Rusia di Ukraina

Global
Perang di Gaza Mereda meski Ada Ledakan di Selatan, Korban Tewas Minim

Perang di Gaza Mereda meski Ada Ledakan di Selatan, Korban Tewas Minim

Global
[POPULER GLOBAL] 4 Pelayat Tewas Tertabrak Mobil | Pesan Idul Adha Joe Biden

[POPULER GLOBAL] 4 Pelayat Tewas Tertabrak Mobil | Pesan Idul Adha Joe Biden

Global
Euro 2024: Kursi Stadion Kharkiv yang Hancur Dipamerkan di Munich Jelang Ukraina Vs Romania

Euro 2024: Kursi Stadion Kharkiv yang Hancur Dipamerkan di Munich Jelang Ukraina Vs Romania

Global
Alasan dan Dampak Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel

Alasan dan Dampak Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel

Global
Di Montpellier Perancis, Ada Pajak Gaji 2 Persen untuk Danai Transportasi Gratis

Di Montpellier Perancis, Ada Pajak Gaji 2 Persen untuk Danai Transportasi Gratis

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com