Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasukan Israel Temukan 3 Jenazah Sandera di Gaza

Kompas.com - 18/05/2024, 07:37 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber Reuters

JALUR GAZA, KOMPAS.com - Kepala Juru Bicara Militer Israel Daniel Hagari mengatakan bahwa pasukannya pada Kamis (16/5/2024) malam mengambil tiga jenazah sandera dari Jalur Gaza.

Ketiga jenazah itu diidentifikasi sebagai Shani Louk, Amit Buskila dan Yitzhak Gelernter.

Dikatakan bahwa ketiganya dibunuh oleh Hamas saat melarikan diri dari festival musik Nova pada 7 Oktober dan jenazah mereka dibawa ke Gaza. Namun, dia tidak mengatakan di mana mayat-mayat itu ditemukan.

Baca juga: WHO: Tak Ada Pasokan Medis Masuk ke Gaza Selama 10 Hari

Sebagaimana diberitakan Reuters pada Sabtu (18/5/2024), Pemerintah Israel telah mengonfirmasi kematian Louk Jerman-Israel, seorang seniman tato berusia 23 tahun, pada akhir Oktober.

Sebuah video yang beredar di media sosial saat itu menunjukkan tubuh setengah telanjangnya disandang di belakang truk pick-up dan diarak melintasi Gaza.

Namun keluarga Gelernter yang berusia 57 tahun benar-benar tidak tahu apa-apa tentang nasibnya hingga hari Jumat, kata putrinya, Yarden Pivko, kepada Channel 12 News.

"Kami berpegang pada harapan dan memiliki keyakinan besar bahwa akhirnya akan berbeda," tuturnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji operasi militer tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat dan menegaskan kembali janjinya untuk mengembalikan semua sandera, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Menanggapi pengumuman militer tersebut, sayap bersenjata Hamas, kelompok yang menguasai Gaza, mengatakan pihaknya “skeptis” terhadap klaim Israel.

Hamas mengatakan bahwa satu-satunya cara bagi para sandera yang tersisa untuk kembali hidup adalah melalui gencatan senjata.

Baca juga: Warga Sipil Israel Kembali Berulah, Truk Bantuan di Tepi Barat Dibakar

"Perlawanan percaya bahwa musuh tidak akan mendapatkan tawanannya kecuali sebagai mayat atau melalui kesepakatan pertukaran yang terhormat untuk rakyat kami," katanya.

Selama satu-satunya gencatan senjata sejauh ini, yang berlangsung seminggu pada akhir November 2023, 110 sandera Israel dan asing dibebaskan dengan imbalan 240 warga Palestina yang ditahan Israel.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Global
Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Global
KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

Global
Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Internasional
Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Global
Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Global
Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Global
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Global
Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Global
AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

Global
Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Global
Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com