Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Google Setuju Hancurkan Miliaran Catatan Penelusuran Pribadi Pengguna

Kompas.com - 02/04/2024, 19:15 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Guardian

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Google setuju untuk menghancurkan miliaran data untuk menyelesaikan gugatan yang mengeklaim bahwa mereka secara diam-diam melacak catatan orang-orang yang menjelajah secara pribadi dalam mode penyamaran peramban Chrome.

Para pengguna menuduh bahwa analisis, cookie, dan aplikasi Google memungkinkan unit Alphabet melacak orang-orang yang mengatur peramban Chrome Google ke mode "penyamaran" dan peramban lain ke mode penelusuran "pribadi" secara tidak benar.

Para penggugat mengatakan mereka tidak membiarkan Google memiliki banyak informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan untuk mengetahui apa yang mereka cari secara online.

Baca juga: Bocorkan Data AI ke China, Mantan Insinyur Google Ditangkap

Dilansir dari Guardian, Google setuju untuk menyelesaikan gugatan senilai 5 miliar dollar AS yang mengeklaim bahwa mereka secara diam-diam melacak pengguna

Mereka mengatakan bahwa hal ini membuat Google menjadi sumber informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan membiarkannya mengetahui tentang teman, makanan favorit, hobi, kebiasaan berbelanja, dan hal-hal paling intim dan berpotensi memalukan yang mereka cari secara online.

Persyaratan penyelesaian diajukan di pengadilan federal Oakland, California, dan membutuhkan persetujuan dari hakim distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers.

Gugatan kelompok dimulai pada tahun 2020, mencakup jutaan pengguna Google yang menggunakan penelusuran pribadi sejak 1 Juni 2016

Di bawah penyelesaian tersebut, Google akan memperbarui pengungkapan tentang apa yang dikumpulkannya dalam penelusuran "pribadi", sebuah proses yang telah dimulai.

Google juga akan mengizinkan pengguna penyamaran untuk memblokir cookie pihak ketiga selama lima tahun.

"Hasilnya adalah Google akan mengumpulkan lebih sedikit data dari sesi penjelajahan pribadi pengguna, dan Google akan menghasilkan lebih sedikit uang dari data tersebut," tulis pengacara penggugat.

Baca juga: Ikuti Google Maps, Turis Ini Malah Nyasar ke Sungai Penuh Buaya

Pengacara para penggugat menilai kesepakatan tersebut lebih dari 5 miliar dollar AS dan mencapai 7,8 miliar dollar AS.

Meskipun pengguna tidak akan menerima ganti rugi, mereka masih bisa menuntut ganti rugi secara individu.

Menurut dokumen pengadilan, Google mendukung persetujuan akhir dari penyelesaian tersebut, tetapi tidak setuju dengan karakterisasi hukum dan faktual dari para penggugat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Guardian

Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Global
Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Global
Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Global
Paus Fransiskus: Saya Sangat Menderita atas Perang di Gaza

Paus Fransiskus: Saya Sangat Menderita atas Perang di Gaza

Global
Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Global
[POPULER GLOBAL] Sewa Mobil Mewah Untuk Mudik | Korsel Rekrut Pelajar Indonesia

[POPULER GLOBAL] Sewa Mobil Mewah Untuk Mudik | Korsel Rekrut Pelajar Indonesia

Global
Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Global
Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Global
Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Global
Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Global
Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Global
Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Global
AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

Global
Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Internasional
Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com