Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jerman Tutup PLTN, Bagaimana Nasib Limbah Nuklirnya?

Kompas.com - 12/07/2023, 23:28 WIB
Aditya Jaya Iswara

Editor

Kini, pencarian lokasi kembali dilakukan di seluruh wilayah Jerman, dengan lebih dari 90 lokasi yang mungkin akan dipertimbangkan.

"Kami dapat dan harus mengasumsikan bahwa proses pencarian lokasi di Jerman untuk pembangunan tempat penyimpanan akhir itu, akan memakan waktu kurang lebih sama seperti waktu kita menggunakan energi nuklir, yaitu 60 tahun," jelas Koenig.

Sementara itu, pembongkaran 20 PLTN Jerman yang telah dibangun dan dioperasikan, juga bukan pekerjaan yang sebentar. Menurut Koenig, hal itu merupakan tanggung jawab para operator PLTN, dan diperkirakan dapat memakan waktu antara 10 hingga 15 tahun.

Baca juga: Jepang Akan Buang Limbah PLTN Fukushima ke Laut, Indonesia Ikut Buka Suara

Masalah yang memusingkan seluruh dunia

Sejauh ini, ada 30 negara yang megoperasikan PLTN. Sementara Italia, Kazakhstan, dan Lituania juga sudah menutup PLTN-nya. Negara-negara lainnya, termasuk Uni Emirat Arab dan Belarus, justru sedang membangun PLTN baru.

Namun, penyimpanan limbah radioaktif yang permanen dan aman adalah masalah yang belum terselesaikan di mana-mana. Sejauh ini, Finlandia menjadi negara dengan perencanaan paling depan.

Vesa Lakaniemi, kepala administratif di kotamadya Eurajoki, Finlandia selatan, dalam sebuah laporan lembaga penyiaran publik Jerman ARD, berbicara tentang pembangunan fasilitas penyimpanan akhir limbah nuklir di kotanya.

"Siapa pun yang mendapatkan keuntungan dari energi listrik nuklir juga harus bertanggung jawab atas limbahnya. Dan itu yang terjadi di Finlandia," kata Lakaniemi. Ditaksir setidaknya dibutuhkan sekitar3,5 miliar euro (setara Rp 57,7 triliun) untuk biaya konstruksi untuk repositori di kota Eurajoki tersebut", tambahnya.

Menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA), saat ini ada 422 reaktor nuklir yang beroperasi di seluruh dunia, yang berusia rata-rata sekitar 31 tahun.

"Laporan Status Industri Nuklir Dunia" baru-baru ini mengatakan, meskipun ada beberapa negara yang membangun PLTN baru, tidak ada bukti adanya "kebangkitan energi nuklir".

Pada tahun 1996, sekitar 17,5 persen energi dunia memang dihasilkan dari reaktor nuklir, namun angka tersebut berkurang menjadi hanya di bawah 10 persen pada tahun 2021. Meski begitu, Jerman dalam waktu panjang, akan terus dirongrong warisan limbah radioaktif dari jaman pengoperasian PLTN itu.

Baca juga: Tinggalkan PLTN, Jerman Sambut Energi Masa Depan: Hidrogen

Artikel ini pernah dimuat di DW Indonesia dengan judul Bagaimana Nasib Limbah Nuklir di Jerman?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com