Kompas.com - 29/06/2022, 15:45 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan presiden AS Donald Trump dengan marah menerjang sopir Dinas Rahasianya dan meraih kemudi limusinnya dalam upaya untuk bergabung dengan kerumunan saat berbaris di Capitol pada hari pemberontakan mematikan Januari 2021 lalu.

Seorang ajudan bersaksi tentang hal ini pada Selasa (28/6/2022), dilansir AFP.

Dalam beberapa kesaksian paling eksplosif sejauh ini kepada komite DPR yang menyelidiki kekerasan, Cassidy Hutchinson, asisten kepala staf Trump Mark Meadows, mengatakan presiden telah menuntut untuk dibawa ke Capitol setelah pidatonya di dekat Gedung Putih.

Baca juga: Obama Versus Trump

Tapi Trump lantas marah ketika dia diberitahu bahwa itu tidak mungkin karena alasan keamanan, dan dia mencoba bergulat dengan Dinas Rahasia untuk mengendalikan mobil dinasnya, Hutchinson bersaksi.

"Saya presiden yang akan datang, bawa saya ke Capitol sekarang," kata Trump, menurut Hutchinson, yang bersaksi bahwa cerita itu disampaikan kepadanya oleh pejabat pemerintah lainnya.

Trump, tampaknya menonton sidang yang disiarkan televisi, berusaha mendiskreditkan Hutchinson dalam kata-kata kasar.

Beberapa posting di jaringan media sosialnya, menolak episode itu sebagai "cerita palsu" dan menyebut sidang itu "pengadilan kanguru."
Baca juga: Trump dan Dua Anaknya Akan Bersaksi atas Dugaan Penipuan Terkait Aset-asetnya

Media AS kemudian melaporkan bahwa agen Secret Service yang terlibat mungkin bersedia bersaksi dan menyangkal akun Hutchinson.

Dinas Rahasia AS tidak menanggapi permintaan komentar dari AFP.

Panel kongres telah menghabiskan waktu satu tahun untuk menyelidiki kerusuhan 6 Januari 2021 yang menghentikan sementara sertifikasi hasil pemilihan presiden oleh Kongres.

Pihaknya juga telah mengadakan enam dengar pendapat publik untuk menguraikan temuan awalnya, bahwa Trump memimpin konspirasi kriminal untuk membalikkan kekalahannya dari Joe Biden yang menyebabkan kekerasan.

Baca juga: Donald Trump Sebut Serangan ke Gedung Capitol sebagai Hoaks

Hutchinson adalah figur sentral dalam pemerintahan dan mampu menawarkan kepada komite laporan pertama tentang aktivitas di dalam Gedung Putih.

Dia bersaksi bahwa Trump dan beberapa letnan utamanya menyadari kemungkinan kekerasan, bertentangan dengan klaim bahwa serangan itu spontan dan tidak ada hubungannya dengan pemerintah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.