Tembus 600 Kasus, Pasien Omicron di Singapura Belum Ada yang Parah

Kompas.com - 28/12/2021, 12:30 WIB
MRT Singapura melintas di distrik Bukit Batok, Singapura Barat, Jumat sore (03/12/2021). Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengumumkan Senin (27/12/2021) sejauh ini dari 647 kasus, belum ada kasus Covid-19 varian Omicron yang bergejala parah. KOMPAS.com/ERICSSENMRT Singapura melintas di distrik Bukit Batok, Singapura Barat, Jumat sore (03/12/2021). Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengumumkan Senin (27/12/2021) sejauh ini dari 647 kasus, belum ada kasus Covid-19 varian Omicron yang bergejala parah.

SINGAPURA, KOMPAS.com – Pasien-pasien Covid-19 varian Omicron di Singapura sejauh ini bergejala ringan atau bahkan tidak mengalami gejala sama sekali alias asimtomatik.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) memastikan, belum menemukan kasus bergejala parah yang memerlukan oksigen tambahan atau harus dirawat di ruang perawatan intensif (ICU)

Diduga ringannya gejala Omicron di Singapura karena sebagian besar kasus telah divaksin dan masih berusia muda.

Baca juga: Omicron Mengganas, Muncul Klaster Covid-19 di Bar Singapura

MOH melanjutkan, studi awal di sejumlah negara mengindikasikan Omicron jauh lebih menular dari varian Covid-19 lainnya seperti Delta, tetapi gejalanya lebih ringan dan berisiko lebih rendah dirawat inap di rumah sakit.

Sebanyak dua dosis vaksin mRNA mengurangi 35 persen kemungkinan terinfeksi Omicron dengan gejala serius. Angka ini naik menjadi 75 persen pada individu yang telah disuntik booster vaksin mRNA Covid-19.

Menindaklanjuti perkembangan Omicron, kementerian memutuskan warga yang terpapar Omicron tidak perlu lagi menjalani isolasi khusus di National Centre for Infectious Diseases (NCID).

Pasien dapat menjalani pemulihan mandiri di rumah masing-masing. Opsi lain adalah penyembuhan di fasilitas pemulihan.

Jika kondisi membaik, pasien yang telah divaksin akan dinyatakan sembuh dalam 10 hari sedangkan yang belum divaksin dalam 2 minggu.

Sementara itu individu-individu yang berhubungan kontak langsung dengan pasien Omicron tidak perlu lagi menjalani karantina selama 10 hari.

Mereka cukup memantau kondisi kesehatannya dan melakukan tes antigen Covid-19 selama tujuh hari berturut-turut. Sepanjang negatif, dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Baca juga: Terus Melonjak, Kasus Covid-19 Omicron Singapura Tembus Tiga Digit

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat: Rasanya Aneh, Panjang, dan Sulit

Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat: Rasanya Aneh, Panjang, dan Sulit

Global
Lagi, Dokter AS Sukses Cangkok Ginjal Babi ke Manusia

Lagi, Dokter AS Sukses Cangkok Ginjal Babi ke Manusia

Global
Jam Kiamat Tak Bergerak 3 Tahun, Bumi Tetap 100 Detik Menuju Kehancuran

Jam Kiamat Tak Bergerak 3 Tahun, Bumi Tetap 100 Detik Menuju Kehancuran

Global
Rekaman Rahasia Ungkap Kepanikan Diktator Tunisia Sebelum Ditumbangkan Arab Spring

Rekaman Rahasia Ungkap Kepanikan Diktator Tunisia Sebelum Ditumbangkan Arab Spring

Global
FOTO: Tumpahan Minyak Mengerikan yang Mencemari Puluhan Pantai di Peru

FOTO: Tumpahan Minyak Mengerikan yang Mencemari Puluhan Pantai di Peru

Global
Peru Tetapkan Status Darurat Lingkungan Atas Tumpahan Minyak Akibat Erupsi di Tonga

Peru Tetapkan Status Darurat Lingkungan Atas Tumpahan Minyak Akibat Erupsi di Tonga

Global
Bertubi-tubi Diterpa Skandal Pesta Miras, PM Inggris Boris Johnson di Ujung Tanduk

Bertubi-tubi Diterpa Skandal Pesta Miras, PM Inggris Boris Johnson di Ujung Tanduk

Global
Omicron Mengganas, Kasus Harian Covid-19 Singapura Kembali Tembus Angka Seribuan

Omicron Mengganas, Kasus Harian Covid-19 Singapura Kembali Tembus Angka Seribuan

Global
Terjebak di Rumah Saat Lockdown, Muda-mudi China Ini Jatuh Cinta lalu Bertunangan

Terjebak di Rumah Saat Lockdown, Muda-mudi China Ini Jatuh Cinta lalu Bertunangan

Global
Ukraina Sebut Agresi Rusia Nyata, Berharap Utamakan Diplomasi Damai

Ukraina Sebut Agresi Rusia Nyata, Berharap Utamakan Diplomasi Damai

Global
Jelang Pilpres Italia 24 Januari, Bisakah Silvio Berlusconi Jadi Presiden?

Jelang Pilpres Italia 24 Januari, Bisakah Silvio Berlusconi Jadi Presiden?

Global
ISIS Serang Barak Pasukan Irak, 11 Tentara Tewas

ISIS Serang Barak Pasukan Irak, 11 Tentara Tewas

Global
Pria Palestina Selundupkan Spermanya ke Luar Penjara Israel, Punya 4 Anak

Pria Palestina Selundupkan Spermanya ke Luar Penjara Israel, Punya 4 Anak

Global
Ketegangan di Ukraina Sangat Panas, AS-Rusia Gelar Rapat Darurat

Ketegangan di Ukraina Sangat Panas, AS-Rusia Gelar Rapat Darurat

Global
AS Dinilai Bergerak Terlalu Lambat dalam Mendorong Perdamaian Palestina-Israel

AS Dinilai Bergerak Terlalu Lambat dalam Mendorong Perdamaian Palestina-Israel

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.