Greenpeace Optimistis soal Berakhirnya COP26: Era Batu Bara Telah Selesai

Kompas.com - 14/11/2021, 07:21 WIB

GLASGOW, KOMPAS.com – COP26 berakhir pada Sabtu (13/11/2021) meski ada drama yang mengenai batu bara.

India, yang didukung oleh China dan negara-negara lainnya yang bergantung pada batu bara, mengajukan keberatan atas bagian klausul dan meminta kata-kata mengenai pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara ditulis ulang.

Klausul itu direvisi untuk meminta negara-negara mempercepat upaya mereka “menurunkan secara bertahap” PLTU batu bara, bukannya “menghapusnya”.

Baca juga: COP26 Rampung, Diwarnai Drama Batu Bara di Menit-menit Terakhir

Menteri Lingkungan Dan Iklim India Bhupender Yadav mengatakan, revisi itu diperlukan untuk mencerminkan keadaan nasional negara berkembang.

“Kami menjadi suara negara-negara berkembang,” kata Yadav kepada Reuters.

Dia menambahkan, batu bara selalu disorot selama pembicaraan COP26 namun tidak ada seruan serupa untuk menghentikan minyak atau gas alam.

“Kami melakukan upaya kami untuk membuat konsensus yang masuk akal bagi negara-negara berkembang dan masuk akal untuk keadilan iklim,” sambung Yadav.

Baca juga: COP26, Secercah Harapan di Babak Akhir Perundingan

Perubahan kata dalam perjanjian itu disambut dengan kekecewaan oleh Uni Eropa, Swiss, dan negara-negara kepulauan kecil yang keberadaannya terancam oleh naiknya permukaan laut.

Presiden COP26 Alok Sharma mengatakan dia sangat menyesal atas perubahan tersebut.

Kendati demikian, semua delegasi membiarkan perubahan kata dalam konsensus mengenai PLTU batu bara tersebut demi kesepakatan keseluruhan.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lukashenko: Rusia dan Belarusia Bersatu, Eropa akan 'Dibersihkan'

Lukashenko: Rusia dan Belarusia Bersatu, Eropa akan "Dibersihkan"

Global
Dehidrasi dan Kelelahan, Carlos Santana Ambruk di Atas Panggung

Dehidrasi dan Kelelahan, Carlos Santana Ambruk di Atas Panggung

Global
Suara Lantang Kamala Harris Terkait Penembakan Chicago

Suara Lantang Kamala Harris Terkait Penembakan Chicago

Global
Zelensky Ungkap Rasa Frustrasi, Militer Ukraina Buat Keputusan Tanpa Dia

Zelensky Ungkap Rasa Frustrasi, Militer Ukraina Buat Keputusan Tanpa Dia

Global
China Siap Perdalam Kerja Sama dengan Rusia, Termasuk dalam G20

China Siap Perdalam Kerja Sama dengan Rusia, Termasuk dalam G20

Global
Listrik 10.000 Rumah di Satu Kota Tiba-tiba Terputus, Petugas Temukan Ular dalam Gardu

Listrik 10.000 Rumah di Satu Kota Tiba-tiba Terputus, Petugas Temukan Ular dalam Gardu

Global
Sambil Dorong Gerobak, Pria Ini Jalan Kaki dari Inggris ke Mekkah untuk Berhaji

Sambil Dorong Gerobak, Pria Ini Jalan Kaki dari Inggris ke Mekkah untuk Berhaji

Global
China Sukses Turunkan 40 Persen Polusi Udara dalam 7 Tahun, Apa Resepnya?

China Sukses Turunkan 40 Persen Polusi Udara dalam 7 Tahun, Apa Resepnya?

Global
Kerusuhan Pelajar Pecah di Chile, Siswa Ambil Alih Sekolah-sekolah, Satu Dibakar

Kerusuhan Pelajar Pecah di Chile, Siswa Ambil Alih Sekolah-sekolah, Satu Dibakar

Global
Inflasi Melonjak 60 Persen, Sri Lanka Akan Berhenti Cetak Uang

Inflasi Melonjak 60 Persen, Sri Lanka Akan Berhenti Cetak Uang

Global
Taiwan Tolak Masuk Produk Mi Instan Indonesia, Ini Sebabnya

Taiwan Tolak Masuk Produk Mi Instan Indonesia, Ini Sebabnya

Global
Blinken Akan Bawa Isu Perang Rusia-Ukraina dalam Pertemuan G20 di Bali

Blinken Akan Bawa Isu Perang Rusia-Ukraina dalam Pertemuan G20 di Bali

Global
Krisis Sri Lanka Terkini: Warga Putus Asa, Ramai-ramai Pilih Tinggalkan Negaranya

Krisis Sri Lanka Terkini: Warga Putus Asa, Ramai-ramai Pilih Tinggalkan Negaranya

Global
Serangan Rusia Meningkat, 350.000 Warga Donetsk Didesak Mengungsi

Serangan Rusia Meningkat, 350.000 Warga Donetsk Didesak Mengungsi

Global
Laporan Rahasia Ungkap Kondisi Menara Eiffel: Buruk dan Penuh Karat, Perlu Perbaikan Skala Penuh

Laporan Rahasia Ungkap Kondisi Menara Eiffel: Buruk dan Penuh Karat, Perlu Perbaikan Skala Penuh

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.