Taliban Beri Jaminan ke Barat Akan Biarkan Semua yang Memenuhi Syarat Tinggalkan Afghanistan

Kompas.com - 30/08/2021, 13:07 WIB
Mullah Abdul Qayyum Zakir, yang lahir pada 1973, dibebaskan dari kamp terkenal yang berbasis di Kuba, yang dikelola oleh AS, selama Kepresidenan George W Bush pada 2007. AP PHOTO/ ZABI KARIMIMullah Abdul Qayyum Zakir, yang lahir pada 1973, dibebaskan dari kamp terkenal yang berbasis di Kuba, yang dikelola oleh AS, selama Kepresidenan George W Bush pada 2007.

KABUL, KOMPAS.com - Para pemimpin dunia menerima jaminan dari Taliban bahwa warga negara asing dan mereka yang memiliki otorisasi untuk keluar dari Afghanistan akan bebas pergi, dengan meningkatnya ketegangan dan pertumpahan darah di Kabul.

Baca juga: KABAR DUNIA SEPEKAN: Ledakan Bom di Afghanistan | Pengganti Kim Jong Un

Pada Minggu (29/8/2021) pasukan AS melancarkan serangan militer terhadap kendaraan yang dikatakan membawa "beberapa pembom bunuh diri", dari afiliasi ISIS-K yang berencana menyerang bandara Kabul.

Menurut laporan, ada banyak korban jiwa, termasuk anak-anak. AS mengatakan sedang "menilai kemungkinan" membunuh atau melukai warga sipil dalam serangan udara itu.

Kepada Guardian, sejumlah besar warga Inggris mengatakan terus menunggu di bandara dengan harapan diselamatkan, meskipun ada ancaman teror dan semua pasukan Inggris sudah pergi pada akhir pekan.

Mereka mengirim rekaman video beberapa orang yang memegang paspor Inggris dan memohon bantuan.

Warga Afghanistan yang putus asa telah diberitahu untuk menyeberangi perbatasan ke negara-negara tetangga, untuk menghindari pengambilalihan Taliban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Serangan Drone AS ke ISIS-K Ternyata Juga Tewaskan 3 Bocah Afghanistan

Zona aman Kabul

Pada Senin (29/8/3032), dewan keamanan PBB diperkirakan akan membahas jaminan Taliban, yang terungkap dalam sebuah pernyataan pada Minggu (29/8/2021) malam.

Jaminan itu diberikan setelah memburuknya kekhawatiran atas nasib ribuan warga Afghanistan dengan hubungan barat.

Perancis dan Inggris diperkirakan akan mengajukan resolusi darurat dewan keamanan PBB. Isinya menyerukan agar pemerintah Afghanistan baru mendukung zona aman di bandara Kabul, untuk memungkinkan upaya evakuasi berlanjut, kata Emmanuel Macron.

Namun, sumber Whitehall mengklaim komentar presiden Perancis itu “prematur”.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Guardian
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.