Lengser sebagai Presiden Iran, Hassan Rouhani Mengaku Pemerintah Tak Selalu Jujur

Kompas.com - 03/08/2021, 21:22 WIB
Dalam foto yang dirilis oleh situs resmi kantor Kepresidenan Iran, Presiden Hassan Rouhani berbicara dalam pertemuan di kompleks kepresidenan di Teheran, Iran, Selasa, 6 Juli 2021. OFFICE OF THE IRANIAN PRESIDENSY via APDalam foto yang dirilis oleh situs resmi kantor Kepresidenan Iran, Presiden Hassan Rouhani berbicara dalam pertemuan di kompleks kepresidenan di Teheran, Iran, Selasa, 6 Juli 2021.

DUBAI, KOMPAS.com - Hassan Rouhani, Presiden Iran yang baru lengser mengakui pemerintahnya kadang-kadang "tidak mengatakan sebagian kebenaran" kepada rakyatnya, selama delapan tahun masa jabatannya.

Hal itu disampaikannya pada Minggu (1/8/2021), saat ia bersiap untuk meninggalkan jabatannya, ketika kesepakatan nuklir yang ditandatanganinya dan kekuatan dunia terkoyak dan hubungan negara yang sangat tegang dengan Barat.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Profil: Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Lebih Berkuasa dari Presiden

Komentar Presiden Hassan Rouhani, yang ditayangkan di televisi pemerintah, muncul ketika para pejabat di pemerintahannya tampak tidak berdaya. Dalam beberapa bulan terakhir, Iran tertekan serangkaian krisis mulai dari pandemi virus corona, hingga kekeringan yang memicu protes publik.

Pernyataan Rouhani tampaknya ditujukan untuk mengakui masalah yang dihadapi pemerintahnya di saat-saat yang semakin menipis.

Beberapa hari sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menceramahi kegagalan pemerintahannya dalam negosiasi nuklir Iran.

Adapun Presiden terpilih Ebrahim Raisi, anak didik Khamenei, akan dilantik minggu ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apa yang kami katakan kepada orang-orang tidak bertentangan dengan kenyataan, tetapi kami tidak mengatakan sebagian kebenaran kepada orang-orang," kata Rouhani pada pertemuan Kabinet terakhirnya sebagai presiden.

“Karena saya tidak menganggapnya berguna dan saya khawatir itu akan merusak persatuan nasional.”

Baca juga: Atlet Korea Selatan Sebut Atlet Iran Teroris, Tagar #SouthKoreaRacist Trending di Twitter

Dia tidak merinci apa yang dia maksud dengan pernyataannya. Namun, selama masa jabatannya, Pengawal Revolusi paramiliter Iran secara keliru menembak jatuh sebuah pesawat komersial dan menewaskan 176 orang di dalamnya pada Januari 2020.

Pemerintah Hassan Rouhani menolak mengakui kesalahan itu selama berhari-hari sampai negara-negara Barat mengumumkan kecurigaan mereka.

Halaman:

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.