Kompas.com - 22/06/2021, 13:43 WIB

PYONGYANG, KOMPAS.com - Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, pada Selasa (22/6/2021) mengatakan, Amerika Serikat (AS) memiliki harapan yang salah untuk berdialog dengan Pyongyang.

AS juga disebutnya sedang menghadapi kekecewaan lebih besar, lapor media pemerintah yang dikutip AFP.

Komentar Kim Yo Jong muncul setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, menggambarkan reaksi pertama Kim Jong Un terhadap tinjauan Washington baru-baru ini tentang pendekatannya ke Korea Utara sebagai sinyal yang menarik.

Baca juga: Utusan AS Siap Bertemu Perwakilan Korea Utara di Mana Saja dan Kapan Pun

Pemerintahan Biden menjanjikan pendekatan praktis dan terkalibrasi, termasuk upaya diplomatik, untuk membujuk Korut agar menghentikan program senjata nuklir dan rudal balistiknya yang terlarang.

Sebagai tanggapan, Kim sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara pekan lalu mengatakan, Pyongyang harus mempersiapkan dialog dan konfrontasi.

Washington menganggap komentarnya menarik, kata Sullivan kepada ABC News.

Namun Kim Yo Jong yang juga penasihat utama Kim Jong Un, tampak mengabaikan prospek dimulainya kembali negosiasi lebih awal.

AS seperti mencari kenyamanan untuk dirinya sendiri, katanya dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah, KCNA.

Baca juga: Utusan AS untuk Korea Utara Harap Pyongyang Beri Tanggapan Positif

Mereka memendam harapan dengan cara yang salah, tambahnya, yang akan menjatuhkannya ke dalam kekecewaan yang lebih besar.

Komentar Kim Yo Jong dilontarkan setelah diplomat tinggi AS yang mengurusi negosiasi dengan Korea Utara berkunjung lima hari ke Seoul.

Pada Senin (21/6/2021) dia mengatakan, AS siap bertemu Korut di mana saja, kapan saja, tanpa prasyarat.

Hanya beberapa jam sebelum Pyongyang merilis pernyataan Kim Yo Jong, utusan AS Sung Kim bertemu dengan menteri unifikasi Korea Selatan, mengulangi kesediaan Washington untuk berbicara dengan Korea Utara.

Baca juga: Utusan AS Siap Bertemu Perwakilan Korea Utara di Mana Saja dan Kapan Pun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KRI Bima Suci Kunjungi Kota Cairns di Australia dalam Momen Bersejarah

KRI Bima Suci Kunjungi Kota Cairns di Australia dalam Momen Bersejarah

Global
Ratu Denmark Lucuti Gelar Kerajaan 4 Cucunya agar Hidup Lebih Normal

Ratu Denmark Lucuti Gelar Kerajaan 4 Cucunya agar Hidup Lebih Normal

Global
Kudeta Myanmar, Hukuman Penjara Aung San Suu Kyi Ditambah 3 Tahun Lagi

Kudeta Myanmar, Hukuman Penjara Aung San Suu Kyi Ditambah 3 Tahun Lagi

Global
Pipa Gas Rusia Nord Stream Bocor 4 Titik di Laut Baltik

Pipa Gas Rusia Nord Stream Bocor 4 Titik di Laut Baltik

Global
Pipa Gas Nord Stream Meledak dan Bocor, Rusia Desak AS Beri Jawaban

Pipa Gas Nord Stream Meledak dan Bocor, Rusia Desak AS Beri Jawaban

Global
Taiwan Segera Hapus Kewajiban Karantina, Sambut Turis Kembali

Taiwan Segera Hapus Kewajiban Karantina, Sambut Turis Kembali

Global
Gedung Putih Umumkan Rencana Miliaran Dollar AS Atasi Obesitas dan Kelaparan

Gedung Putih Umumkan Rencana Miliaran Dollar AS Atasi Obesitas dan Kelaparan

Global
Keluarga Mahsa Amini Adukan Polisi Iran ke Pengadilan

Keluarga Mahsa Amini Adukan Polisi Iran ke Pengadilan

Global
Badai Ian Porak Porandakan Florida AS, Terkuat dalam Beberapa Tahun Terakhir

Badai Ian Porak Porandakan Florida AS, Terkuat dalam Beberapa Tahun Terakhir

Global
Mengapa Dollar AS Terus Menguat dan Apa Dampaknya?

Mengapa Dollar AS Terus Menguat dan Apa Dampaknya?

Global
Pipa Nord Stream Bocor Munculkan Buih Gelembung Seluas 1 Km di Laut, Eropa Tingkatkan Keamanan

Pipa Nord Stream Bocor Munculkan Buih Gelembung Seluas 1 Km di Laut, Eropa Tingkatkan Keamanan

Global
Nikaragua Minta Dubes Uni Eropa Hengkang, Dinyatakan 'Persona Non Grata'

Nikaragua Minta Dubes Uni Eropa Hengkang, Dinyatakan "Persona Non Grata"

Global
Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Kemenlu Turkiye Langsung Panggil Dubes

Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Kemenlu Turkiye Langsung Panggil Dubes

Global
Pria Bersenjata Bunuh 6 Polisi Meksiko di Daerah Perang Kartel Narkoba

Pria Bersenjata Bunuh 6 Polisi Meksiko di Daerah Perang Kartel Narkoba

Global
Rangkuman Hari Ke-217 Serangan Rusia ke Ukraina: Moskwa Segera Aneksasi 4 Wilayah Ukraina, Pertempuran Donetsk Berlanjut

Rangkuman Hari Ke-217 Serangan Rusia ke Ukraina: Moskwa Segera Aneksasi 4 Wilayah Ukraina, Pertempuran Donetsk Berlanjut

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.