Kompas.com - 22/06/2021, 13:43 WIB
Adik sekaligus penasihat Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, sampai di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan, pada 9 Februari 2018. Dia menjadi bagian delegasi Korea Utara untuk menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang. AP Photo/Ahn Young-joonAdik sekaligus penasihat Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, sampai di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan, pada 9 Februari 2018. Dia menjadi bagian delegasi Korea Utara untuk menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, pada Selasa (22/6/2021) mengatakan, Amerika Serikat (AS) memiliki harapan yang salah untuk berdialog dengan Pyongyang.

AS juga disebutnya sedang menghadapi kekecewaan lebih besar, lapor media pemerintah yang dikutip AFP.

Komentar Kim Yo Jong muncul setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, menggambarkan reaksi pertama Kim Jong Un terhadap tinjauan Washington baru-baru ini tentang pendekatannya ke Korea Utara sebagai sinyal yang menarik.

Baca juga: Utusan AS Siap Bertemu Perwakilan Korea Utara di Mana Saja dan Kapan Pun

Pemerintahan Biden menjanjikan pendekatan praktis dan terkalibrasi, termasuk upaya diplomatik, untuk membujuk Korut agar menghentikan program senjata nuklir dan rudal balistiknya yang terlarang.

Sebagai tanggapan, Kim sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara pekan lalu mengatakan, Pyongyang harus mempersiapkan dialog dan konfrontasi.

Washington menganggap komentarnya menarik, kata Sullivan kepada ABC News.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun Kim Yo Jong yang juga penasihat utama Kim Jong Un, tampak mengabaikan prospek dimulainya kembali negosiasi lebih awal.

AS seperti mencari kenyamanan untuk dirinya sendiri, katanya dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah, KCNA.

Baca juga: Utusan AS untuk Korea Utara Harap Pyongyang Beri Tanggapan Positif

Mereka memendam harapan dengan cara yang salah, tambahnya, yang akan menjatuhkannya ke dalam kekecewaan yang lebih besar.

Komentar Kim Yo Jong dilontarkan setelah diplomat tinggi AS yang mengurusi negosiasi dengan Korea Utara berkunjung lima hari ke Seoul.

Pada Senin (21/6/2021) dia mengatakan, AS siap bertemu Korut di mana saja, kapan saja, tanpa prasyarat.

Hanya beberapa jam sebelum Pyongyang merilis pernyataan Kim Yo Jong, utusan AS Sung Kim bertemu dengan menteri unifikasi Korea Selatan, mengulangi kesediaan Washington untuk berbicara dengan Korea Utara.

Baca juga: Utusan AS Siap Bertemu Perwakilan Korea Utara di Mana Saja dan Kapan Pun


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kekurangan Warga, Kota Ini Tawarkan Rumah Gratis dan Pekerjaan agar Orang Mau Datang

Kekurangan Warga, Kota Ini Tawarkan Rumah Gratis dan Pekerjaan agar Orang Mau Datang

Global
Anak Kembar Usia 5 Tahun Dinikahkan, Orangtuanya Percaya Mereka Reinkarnasi Sepasang Kekasih

Anak Kembar Usia 5 Tahun Dinikahkan, Orangtuanya Percaya Mereka Reinkarnasi Sepasang Kekasih

Global
Tergantungnya Warga AS pada AC: Makin Dingin Ruangan, Makin Panas Bumi

Tergantungnya Warga AS pada AC: Makin Dingin Ruangan, Makin Panas Bumi

Global
SpaceX Menangkan Kontrak NASA, Akan Jalankan Misi ke Bulan Jupiter

SpaceX Menangkan Kontrak NASA, Akan Jalankan Misi ke Bulan Jupiter

Global
Wanita Influencer China Meninggal Usai Sedot Lemak, Kliniknya Dituduh Malpraktik

Wanita Influencer China Meninggal Usai Sedot Lemak, Kliniknya Dituduh Malpraktik

Global
Reporter Berita di Rochester AS Dilecehkan Pria saat Laporan Langsung

Reporter Berita di Rochester AS Dilecehkan Pria saat Laporan Langsung

Global
Covid-19: Apakah AS Mendanai Penelitian Virus Paling Berbahaya di Wuhan?

Covid-19: Apakah AS Mendanai Penelitian Virus Paling Berbahaya di Wuhan?

Global
Seorang Eks Profesor Disidang karena Kirim Surat Ancaman ke Dirinya Sendiri

Seorang Eks Profesor Disidang karena Kirim Surat Ancaman ke Dirinya Sendiri

Global
Kongres Gagal Ganti Biaya Pengamanan Capitol, Garda Nasional Batalkan Pelatihan

Kongres Gagal Ganti Biaya Pengamanan Capitol, Garda Nasional Batalkan Pelatihan

Global
Kisah Teori Konspirasi Vaksinasi Covid-19 AS yang Pengaruhi Keutuhan Rumah Tangga

Kisah Teori Konspirasi Vaksinasi Covid-19 AS yang Pengaruhi Keutuhan Rumah Tangga

Global
Menunggu Jadwal Hukuman Mati, Pembunuh Berantai Ini Meninggal di Rumah Sakit

Menunggu Jadwal Hukuman Mati, Pembunuh Berantai Ini Meninggal di Rumah Sakit

Global
Sejumlah Pejabat Inggris Yakini Kentut Juga dapat Sebarkan Covid-19

Sejumlah Pejabat Inggris Yakini Kentut Juga dapat Sebarkan Covid-19

Global
Viral Video Cara Unik Dokter Suntik Balita Tanpa Buat Mereka Menangis

Viral Video Cara Unik Dokter Suntik Balita Tanpa Buat Mereka Menangis

Global
Dianggap Tak Becus Tangani Covid-19, Presiden Brasil Didemo dan Dituntut Mundur

Dianggap Tak Becus Tangani Covid-19, Presiden Brasil Didemo dan Dituntut Mundur

Global
Polisi Australia Buru Ribuan Demonstran Anti-Lockdown

Polisi Australia Buru Ribuan Demonstran Anti-Lockdown

Global
komentar
Close Ads X