Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setelah Covid-19 Berakhir, Penyakit Ini Mungkin Jadi Ancaman Selanjutnya

Kompas.com - 22/06/2021, 11:57 WIB
Aditya Jaya Iswara

Editor

CANBERRA, KOMPAS.com - Di saat kita sudah tak sabar ingin pandemi virus corona berakhir, para pakar kesehatan mengatakan, akan lebih banyak lagi pandemi terjadi di masa depan.

Dalam 20 tahun terakhir saja, kita sudah mengalami lima pandemi besar yaitu SARS, MERS. Ebola, flu burung, dan flu babi.

Meski penyakit-penyakit tersebut sudah memberikan kita ilmu, tapi tetap saja dunia tidak bersiap diri saat pandemi Covid-19.

Baca juga: Penyakit Jamur Hitam Menyebar Makin Parah, India Dirikan Bangsal RS Khusus

Penyebarannya yang cepat menunjukkan betapa bahayanya dunia yang semakin global ini saat terjadi pandemi.

Kenapa penyakit lebih mudah menular?

Menurut Victoria Brookes, dosen senior masalah kesehatan penduduk di Charles Sturt University, di masa lalu satu penyakit muncul di salah satu bagian dunia, namun kemudian selesai sebelum menyebar ke negara lain.

"Sekarang adanya perdagangan global dan perjalanan global membuat penyakit bisa membuat manusia membawanya menyebar dengan cepat," katanya.

Semakin banyaknya pergerakan manusia secara global semaki beresiko memudahkan penyebaran penyakit dengan cepat.AP/EMILIO MORENATTI via ABC INDONESIA Semakin banyaknya pergerakan manusia secara global semaki beresiko memudahkan penyebaran penyakit dengan cepat.
Globalisasi juga menyebabkan perubahan besar terkait kondisi penyakit menular, khususnya penyakit yang berasal dari kehidupan alam liar.

Dengan peningkatan jumlah penduduk, kota semakin diperluas ke kawasan alam liat, sehingga menggangu pola kehidupan dan membuat binatang tertekan.

Dengan ekosistem hancur, binatang dengan manusia semakin memiliki kontak lebih dekat, akibat kerusakan hutan dan menurunnya kualitas lingkungan, sehingga terjadi "loncatan antar spesies".

Inilah yang diperkirakan sedang terjadi saat pandemi virus corona.

"Salah satu penyebab utama munculnya penyakit-penyakit baru adalah meningkatnya interaksi antara manusia dan binatang," kata Hassan Vally dari La Trobe University di Melbourne.

"Perubahan iklim menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit baru."

"Faktor ini ditambah dengan fakta bahwa jika ada patogen yang memiliki kemampuan menyebar dengan cepat, maka akan segera menyebar karena pergerakan manusia yang sangat besar sekarang ini."

Baca juga: Covid-19 Akan Jadi Penyakit Musiman, PBB Paparkan Buktinya

Ancaman penyakit X dan penyebabnya

Diperkirakan lebih dari 60 persen munculnya penyakit menular berasal dari binatang, yang disebut zoonoses.

Itulah sebabnya para peneliti lebih khusus memperhatikan kontak manusia dengan kehidupan liar.

"Populasi dari yang kita perkirakan akan muncul adalah spesies yang tinggal di koloni yang besar, yang melakukan perjalanan jarak jauh," kata Dr Brookes.

"Mereka bercampur dengan populasi dari spesies yang sama, dan juga karena mereka terbang, mereka bisa mengadakan kontak dengan banyak spesies lain, termasuk juga dengan manusia."

Zoonoses disebabkan karena adanya transmisi patogen seperti virus, parasit, bakteria, atau jamur yang disebabkan karena kontak langsung ataupun kontak tidak langsung antara binatang dan manusia.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Euro 2024: Kursi Stadion Kharkiv yang Hancur Dipamerkan di Munich Jelang Ukraina Vs Romania

Euro 2024: Kursi Stadion Kharkiv yang Hancur Dipamerkan di Munich Jelang Ukraina Vs Romania

Global
Alasan dan Dampak Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel

Alasan dan Dampak Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel

Global
Di Montpellier Perancis, Ada Pajak Gaji 2 Persen untuk Danai Transportasi Gratis

Di Montpellier Perancis, Ada Pajak Gaji 2 Persen untuk Danai Transportasi Gratis

Global
Ibu Kota Rusia Dilanda Wabah Botulisme, 121 Orang Butuh Pertolongan Medis

Ibu Kota Rusia Dilanda Wabah Botulisme, 121 Orang Butuh Pertolongan Medis

Global
Negara Mana Saja yang Paling Banyak Dibahas di Parlemen Uni Eropa?

Negara Mana Saja yang Paling Banyak Dibahas di Parlemen Uni Eropa?

Global
Merasakan Pahitnya Perayaan Idul Adha 2024 di Gaza, Tepi Barat, dan Masjid Al Aqsa... 

Merasakan Pahitnya Perayaan Idul Adha 2024 di Gaza, Tepi Barat, dan Masjid Al Aqsa... 

Global
Apa Korelasi Air Zamzam dan Ibadah Haji?

Apa Korelasi Air Zamzam dan Ibadah Haji?

Global
Mesin Terbakar di Udara, Pesawat Virgin Australia Mendarat Darurat

Mesin Terbakar di Udara, Pesawat Virgin Australia Mendarat Darurat

Global
Rusia Tanggapi KTT Ukraina di Swiss: Tak Buahkan Hasil, Presiden Putin Masih Terbuka untuk Dialog

Rusia Tanggapi KTT Ukraina di Swiss: Tak Buahkan Hasil, Presiden Putin Masih Terbuka untuk Dialog

Global
PM Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel

PM Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel

Global
Sampaikan Pesan Idul Adha 2024, Wapres AS Akui Masih Ada “Hate Crime” ke Warga Muslim

Sampaikan Pesan Idul Adha 2024, Wapres AS Akui Masih Ada “Hate Crime” ke Warga Muslim

Global
Polisi Inggris Tabrakkan Mobil untuk Tangkap Sapi yang Kabur

Polisi Inggris Tabrakkan Mobil untuk Tangkap Sapi yang Kabur

Global
5 Tewas akibat Tabrakan Kereta Penumpang dan Barang di India

5 Tewas akibat Tabrakan Kereta Penumpang dan Barang di India

Global
Kebakaran Rumah di Vietnam Tewaskan 3 Anak dan 1 Perempuan

Kebakaran Rumah di Vietnam Tewaskan 3 Anak dan 1 Perempuan

Global
Rangkuman Hari Ke-844 Serangan Rusia ke Ukraina: Hasil KTT Ukraina | Serangan Drone Tewaskan Jurnalis Rusia

Rangkuman Hari Ke-844 Serangan Rusia ke Ukraina: Hasil KTT Ukraina | Serangan Drone Tewaskan Jurnalis Rusia

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com