China: Tidak Ada Kompromi untuk AS soal Kepentingan Kedaulatan dan Keamanannya

Kompas.com - 18/03/2021, 20:51 WIB
Foto yang diambil pada 4 Desember 2013 memerlihatkan Joe Biden, saat itu Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing. AFP PHOTO/POOL/LINTAO ZHANGFoto yang diambil pada 4 Desember 2013 memerlihatkan Joe Biden, saat itu Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing.

BEIJING, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri China pada Kamis (18/3/2021) mengatakan tidak akan membuat kompromi dengan AS dalam topik kunci, seperti Xinjiang dan Hong Kong.

Hal itu disampaikan setelah diplomat kedua negara yang berselisih mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Alaska.

Menteri Dalam Negeri Antony Blinken dan penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan melakukan pembicaraan dengan pejabat senior China, Yang Jiechi dan Menteri Luar Negeri Wang Yi pada Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Rapper Indonesia Rich Brian Jadi Juri Ajang Pencarian Bakat Musik Rap China

Ini adalah pertemuan diplomatik tatap muka tingkat tertinggi antara dua negara sejak Presiden AS Joe Biden menjabat, seperti yang dilansir dari AFP pada Kamis (18/3/2021). 

China menginginkan pengaturan ulang hubungan, yang mengalami kekacauan yang disebabkan oleh Presiden Donald Trump.

Ia memicu perang dagang dan pertengkaran atas segala hal, mulai dari pertahanan hingga teknologi dan HAM di Hong Kong.

Baca juga: Pengunjuk Rasa Myanmar Bantah Bakar Pabrik-pabrik China, Tuding Ada Setting-an Militer

Namun, ketika para diplomat mendarat di Alaska beberapa jam sebelum pembicaraan, seorang juru bicara kementerian luar negeri di Beijing mengeluarkan peringatan kepada Washington.

"China tidak memiliki ruang untuk berkompromi mengenai masalah-masalah yang menyangkut kedaulatan, keamanan dan kepentingan intinya," kata juru bicara Zhao Lijian kepada wartawan.

Baca juga: AS Sebut China Makin Represif di Dalam Negeri dan Agresif di Luar Negeri

Zhao mendesak Amerika Serikat agar tidak berbicara keras dan terlibat dalam "diplomasi megafon" terhadap China, setelah Washington mengatakan pihaknya bermaksud untuk menunjukkan ketegasannya terhadap Beijing menyusul putaran pembangunan aliansi di seluruh Asia.

"AS harus menemui China di tengah jalan dan melakukan dialog dengan cara yang tulus dan konstruktif," kata Zhao.

Pembicaraan Alaska akan menjadi yang pertama antara kekuatan sejak Yang Jiechi bertemu pendahulu Blinken, Mike Pompeo yang hawkish pada Juni lalu di Hawaii.

Baca juga: AS dan Jepang Waspadai Perilaku Menantang China

Sementara, para diplomat Amerika bertujuan untuk menjadi yang terdepan dalam pembicaraan tersebut, kata para pejabat AS.

AS berencana untuk mengungkapkan "keprihatinan mendalam" tentang perlakuan terhadap minoritas Uighur di Xinjiang, tindakan keras di Hong Kong, "pemaksaan ekonomi" China, dan sikap "semakin agresif" Beijing terhadap Taiwan.

Itu semua adalah masalah yang dibela China di masa lalu sebagai urusan dalam negeri dan masalah kedaulatan nasional.

Baca juga: China Percepat Modernisasi Militer, Proyeksi 6 Tahun Lagi Dapat Serbu Taiwan


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Global
Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Global
Menengkok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Menengkok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Internasional
Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Global
Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Internasional
Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Global
AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

Global
Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Internasional
Kota Israel Ini Masuk Kondisi Darurat setelah Terjadi Kerusuhan yang Melukai 12 Orang

Kota Israel Ini Masuk Kondisi Darurat setelah Terjadi Kerusuhan yang Melukai 12 Orang

Global
Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri, Taliban Rebut Daerah Dekat Ibu Kota Afghanistan

Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri, Taliban Rebut Daerah Dekat Ibu Kota Afghanistan

Global
Konflik di Gaza Makin Panas, PM Israel Janji Hamas Bakal 'Membayar Mahal'

Konflik di Gaza Makin Panas, PM Israel Janji Hamas Bakal "Membayar Mahal"

Global
Cerita Puasa Ramadhan Diaspora Muslim Indonesia di Alaska Ikuti Waktu Mekkah

Cerita Puasa Ramadhan Diaspora Muslim Indonesia di Alaska Ikuti Waktu Mekkah

Global
Mantan Ratu Kecantikan Myanmar Gabung Pemberontak Menentang Junta Militer

Mantan Ratu Kecantikan Myanmar Gabung Pemberontak Menentang Junta Militer

Global
AS Bersedia Berbagi Vaksin Covid-19 dengan Korea Utara

AS Bersedia Berbagi Vaksin Covid-19 dengan Korea Utara

Global
Kecaman Indonesia terhadap Konflik Israel dan Palestina yang Memanas

Kecaman Indonesia terhadap Konflik Israel dan Palestina yang Memanas

Global
komentar
Close Ads X