China Percepat Modernisasi Militer, Proyeksi 6 Tahun Lagi Dapat Serbu Taiwan

Kompas.com - 16/03/2021, 17:48 WIB
Militer China menggelar latihan skala besar di pantai tenggara negaranya menjelang pelantikan pemimpin Taiwan. Reuters/Tyrone SiuMiliter China menggelar latihan skala besar di pantai tenggara negaranya menjelang pelantikan pemimpin Taiwan.

BEIJING, KOMPAS.com - Militer China mempercepat modernisasi yang menimbulkan ancaman nyata dan meningkat terhadap Taiwan.

Adapun intervensi AS, diperkirakan oleh pejabat pertahanan, mungkin hanya berisiko meningkatkan tekanan dari Beijing ke Taiwan.

Melansir AFP pada Selasa (16/3/2021), pejabat tinggi militer AS di Asia-Pasifik, Laksamana Philip Davidson, membuat pernyataan pada pekan lalu sebagai peringatan bahwa Beijing dapat menyerbu Taiwan dalam jangka waktu enam tahun ke depan.

Baca juga: Terlibat Persaingan Keras 2 Atlet China Siram Air Panas ke Juniornya hingga Wajahnya Melepuh

Para pejabat pertahanan AS telah menegaskan bahwa pembangunan militer Beijing yang cepat adalah ancaman yang mereka lihat.

Kepala Pentagon, Lloyd Austin, sementara ini telah melakukan pendekatan dengan negara-negara di Asia melalui kunjungan pertama luar negerinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Persiapan untuk kontingensi dengan Taiwan telah menjadi fokus dalam modernisasi militer China selama beberapa waktu," kata asisten menteri pertahanan untuk urusan keamanan Indo-Pasifik, David Helvey kepada wartawan saat Austin menuju Tokyo pada Senin (15/3/2021).

Baca juga: Taiwan Minta Pabriknya di Myanmar Kibarkan Bendera agar Tak Dibakar seperti Pabrik China

"Jadi ketika kemampuan mereka meningkat, jelas kami mengamatinya dengan hati-hati untuk menyeimbangkan militer di selat Taiwan," imbuh Helvey.

Ambisi Beijing di kawasan itu diperkirakan menjadi agenda utama Menteri Pertahanan Austin dalam pembicaraan dengan sekutu AS di Tokyo, Seoul, dan New Delhi.

Beijing mengeklaim Taiwan dan perairan sekitarnya sebagai wilayahnya sendiri, dan pekan lalu Davidson memperingatkan ancaman invasi di sana "manifestasi selama dekade ini, faktanya, dalam enam tahun ke depan".

Baca juga: Serangan Anti-China di Myanmar Meningkat, Perusahaan Taiwan Diminta Kibarkan Bendera

Beijing menolak klaim itu, tetapi seorang pejabat senior pertahanan AS menunjukkan pada Senin (15/3/2021) tentang upaya China untuk meningkatkan kapasitas angkatan lautnya, terlepas dari gangguan pandemi virus corona.

"Baru pada 2020, di tengah semua hal terkait Covid-19, China masih menugaskan 25 kapal besar baru, dan ini bukan kapal tunda atau kapal patroli," kata pejabat itu, yang berbicara tanpa menyebut nama.

Baca juga: Dianggap Bantu Junta Militer Myanmar, Pabrik China Dibakar Demonstran

"Ini adalah kapal penjelajah, kapal perusak, fregat, amfibi, dan kapal selam rudal balistik," jelasnya.

Taiwan yang demokratis dan berpemerintahan sendiri memisahkan diri dari China pada akhir perang saudara pada 1949 dan berada di bawah ancaman invasi terus-menerus oleh pusat daratan negeri Panda.

Washington mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke China pada 1979, tetapi tetap menjadi sekutu tidak resmi dan pendukung militer paling penting di pulau itu.

Baca juga: Tangkal Ancaman China, Menhan AS Bakal Safari ke Asia


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Astronot China Kembali ke Bumi Setelah Selesaikan Misi 90 Hari di Luar Angkasa

Astronot China Kembali ke Bumi Setelah Selesaikan Misi 90 Hari di Luar Angkasa

Global
Ada Pria Tak Mau Divaksin Covid-19 karena Takut Buah Zakar Membengkak, Ini Penjelasan Dokter...

Ada Pria Tak Mau Divaksin Covid-19 karena Takut Buah Zakar Membengkak, Ini Penjelasan Dokter...

Global
Pakar: China dan Pakistan Tawarkan Dukungan ke Pemimpin Taliban

Pakar: China dan Pakistan Tawarkan Dukungan ke Pemimpin Taliban

Global
WNI Asal Cimahi Kuliah di MIT, Rancang Panel Surya Versi Baru untuk Indonesia

WNI Asal Cimahi Kuliah di MIT, Rancang Panel Surya Versi Baru untuk Indonesia

Global
Di Ethiopia, Sekarang Masih Tahun 2014, Kok Bisa?

Di Ethiopia, Sekarang Masih Tahun 2014, Kok Bisa?

Internasional
Terungkap, Ratu Elizabeth II Ternyata Beri Ucapan Selamat ke Kim Jong Un

Terungkap, Ratu Elizabeth II Ternyata Beri Ucapan Selamat ke Kim Jong Un

Global
Wanita Ini Kisahkan Kunyah Jari Manusia yang Membusuk di Burgernya

Wanita Ini Kisahkan Kunyah Jari Manusia yang Membusuk di Burgernya

Global
Junta Myanmar Adili Aung San Suu Kyi atas Kasus Korupsi Mulai 1 Oktober

Junta Myanmar Adili Aung San Suu Kyi atas Kasus Korupsi Mulai 1 Oktober

Global
IOJI Rilis Laporan Terbaru tentang Ancaman Keamanan Laut Indonesia

IOJI Rilis Laporan Terbaru tentang Ancaman Keamanan Laut Indonesia

Global
Ribuan Pekerja Kesehatan di Perancis Diberhentikan Tanpa Gaji karena Tolak Vaksin Covid-19

Ribuan Pekerja Kesehatan di Perancis Diberhentikan Tanpa Gaji karena Tolak Vaksin Covid-19

Global
Ketika Perjanjian Pertahanan AS, Inggris, dan Australia Membuat Marah Kawan dan Lawan

Ketika Perjanjian Pertahanan AS, Inggris, dan Australia Membuat Marah Kawan dan Lawan

Global
Sejarah Eksekusi Mati Pelepuh Kulit, Direbus Seperti Sup

Sejarah Eksekusi Mati Pelepuh Kulit, Direbus Seperti Sup

Global
Penjelajahan Hutan Tersembunyi Mozambik, Pertama Kali Dijamah Manusia

Penjelajahan Hutan Tersembunyi Mozambik, Pertama Kali Dijamah Manusia

Global
4 Calon Perdana Menteri Jepang, dari Selebtwit hingga 'Anak Metal'

4 Calon Perdana Menteri Jepang, dari Selebtwit hingga "Anak Metal"

Global
Ketika China Umumkan Sudah Memvaksinasi Penuh Lebih dari 1 Miliar Warganya

Ketika China Umumkan Sudah Memvaksinasi Penuh Lebih dari 1 Miliar Warganya

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.