Presiden China Peringatkan Konsekuensi “Perang Dingin Baru,” Singgung Biden?

Kompas.com - 26/01/2021, 16:22 WIB
Presiden China Xi Jinping berbicara dalam pesan yang direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York. AP/UNTVPresiden China Xi Jinping berbicara dalam pesan yang direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York.

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping menekankan pentingnya multilateralisme dan mendesak penolakan terhadap "isolasi arogan."

“Kami menunjukkan berkali-kali bahwa bekerja sendiri dan melakukan isolasi secara arogan, akan selalu gagal.” kata Xi dalam pidatonya kepada komunitas internasional di Forum Ekonomi Dunia, melansir Business Insider pada Selasa (26/1/2021).

“Mari kita semua bergandengan tangan dan membiarkan multilateralisme menerangi jalan kita menuju komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia," tambahnya.

Tanpa secara eksplisit menyebut AS, pemimpin China itu juga memperingatkan bahaya "Perang Dingin baru". Hal itu menurutnya dapat mendorong dunia ke dalam perpecahan dan bahkan konfrontasi.

Dia menyoroti sejumlah kebijakan seperti penolakan, ancaman, atau intimidasi terhadap pihak lain. Bentuk relasi itu disebut sebagai kesengajaan untuk menimbulkan perpecahan, memberikan gangguan atau sanksi, dan menciptakan isolasi atau kerenggangan.

"Kita tidak dapat mengatasi tantangan bersama di dunia yang terpecah dan konfrontasi akan membawa kita ke jalan buntu," tambah Xi dalam pidato pertamanya kepada komunitas global sejak Presiden Joe Biden dilantik.

Baca juga: China Ganggu Taiwan, AS Kerahkan Kapal Induknya ke Laut China Selatan

Ketegangan antara AS dan China mencapai puncak bersejarah di bawah mantan Presiden Donald Trump.

Presiden AS ke-45 itu mengobarkan perang perdagangan kontroversial melawan Beijing, dan menyalahkan pemerintah China atas pandemi Covid-19.

Pada 2020, para ahli memperingatkan bahwa AS dan China tampaknya berada di ambang Perang Dingin baru yang dapat berdampak besar bagi ekonomi global.

Biden menekankan akan tetap menantang China di panggung global sebagai bagian penting dari agenda kebijakan luar negerinya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X