10 Fakta Ritual Tumbal Suku Aztec sampai Jadi Menara Tengkorak

Kompas.com - 20/12/2020, 12:32 WIB
Abel Guzman, Rodrigo Bolanos, dan Miriam Castaneda dari INAH memeriksa tengkorak-tengkorak yang diambil dari situs menara tengkorak ditemukan di Templo Mayor, Tenochtitlan, ibu kota suku Aztec purba di Mexico City, Meksiko, 30 Juni 2017. REUTERS/HENRY ROMEROAbel Guzman, Rodrigo Bolanos, dan Miriam Castaneda dari INAH memeriksa tengkorak-tengkorak yang diambil dari situs menara tengkorak ditemukan di Templo Mayor, Tenochtitlan, ibu kota suku Aztec purba di Mexico City, Meksiko, 30 Juni 2017.

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Di era kekaisaran Aztec yang berkembang pesat pada abad ke-14 dan runtuh pada 1519, kerap diadakan ritual pengorbanan manusia atau tumbal yang sudah menjadi budaya mereka.

Bahkan saking banyaknya nyawa-nyawa yang dikorbankan di upacara ini, suku Aztec menyusun tulang belulang para tumbal menjadi menara tengkorak.

Dilansir dari History Hit, berikut adalah 10 fakta tentang ritual tumbal suku Aztec.

Baca juga: Misteri Menara Tengkorak Suku Aztec, Konon Bekas Tumbal dan Seluas Lapangan Basket

1. Pertama kali didokumentasikan oleh Spanyol

Ketika Spanyol menjajah wilayah suku Aztec, mereka juga mendokumentasikan ritual tumbal dan kanibalisme yang terjadi di sana.

Pencatatan dimulai saat Hernan Cortes tiba di ibu kota Aztec, Tenochtitlan, pada 1521. Dia menggambarkan ada sebuah upacara tumbal di mana para pendeta mengiris-iris dada korban.

Pakar etnografi Mesoamerika, Bernardino de Sahagun, kemudian memasukkan ilustrasi tumbal Aztec yang sedang dimasak dalam studinya tentang abad ke-16.

Namun sejumlah pakar lainnya memperingatkan, agar berhati-hati dalam memahami studi tersebut lantaran bisa digunakan sebagai propaganda untuk membenarkan penghancuran Tenochtitlan dan perbudakan orang Aztec.

2. Didukung bukti arkeologi

Pada 2015 dan 2018, para arkeolog di situs penggalian Templo Mayor di Mexico City, menemukan bukti tumbal manusia suku Aztec.

Para peneliti mempelajari tulang manusia yang ditemukan di Tenochtitlan, dan mendapati bahwa tulang-tulang itu hasil pemenggalan serta mutilasi.

Analisis tersebut menunjukkan para korban dipenggal dan dimakan dagingnya setelah dibakar. Ilustrasi di mural kuil dan pahatan batu juga menggambarkan adegan ritual pengorbanan manusia.

 Baca juga: Sejarah Peradaban Aztec

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Dokter Ditangkap dan Didakwa oleh Junta Militer Myanmar

Belasan Dokter Ditangkap dan Didakwa oleh Junta Militer Myanmar

Global
Biden Ajak Putin Bertemu, Rusia Menganggapnya Sebagai Kemenangan

Biden Ajak Putin Bertemu, Rusia Menganggapnya Sebagai Kemenangan

Global
Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Global
Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Global
Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Global
10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

Global
Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Global
Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Global
[POPULER GLOBAL] 6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara | Pemilik Kargo Kapal Ever Given Patungan Bayar Ganti Rugi di Terusan Suez

[POPULER GLOBAL] 6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara | Pemilik Kargo Kapal Ever Given Patungan Bayar Ganti Rugi di Terusan Suez

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

Internasional
Diduga Berebut Loker Kabin Pesawat, Pria Ini Jambak Rambut dan Seret Seorang Wanita

Diduga Berebut Loker Kabin Pesawat, Pria Ini Jambak Rambut dan Seret Seorang Wanita

Global
Jerman Campur Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ganti Dosis Kedua dengan Jenis Lain

Jerman Campur Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ganti Dosis Kedua dengan Jenis Lain

Global
Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Global
Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Global
Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Global
komentar
Close Ads X