Musuh Politik Bebuyutan, Akankah UMNO Lapangkan Jalan Anwar Ibrahim Jadi PM?

Kompas.com - 25/09/2020, 11:35 WIB
Pemimpin Oposisi Malaysia yang juga Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim berbicara pada konferensi pers di Hotel Le Meridien, Kuala Lumpur, Rabu siang (23/09/2020) menyampaikan dia telah mengamankan mayoritas di parlemen untuk menggulingkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin AFPPemimpin Oposisi Malaysia yang juga Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim berbicara pada konferensi pers di Hotel Le Meridien, Kuala Lumpur, Rabu siang (23/09/2020) menyampaikan dia telah mengamankan mayoritas di parlemen untuk menggulingkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com – Politik tidak hitam putih. Itulah ungkapan yang sering didengar mengenai para aktor politik yang selalu abu-abu dalam tindak-tanduknya.

Hal ini terlihat jelas setelah munculnya kabar bahwa sekitar 15 hingga 19 anggota parlemen dari Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu ( UMNO) telah menyatakan dukungannya kepada pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim untuk menjadi Perdana Menteri ke-9 negeri “Jiran.”

Sejarah Hubungan Anwar dan UMNO

Tentunya kabar ini sangat mengejutkan jika mengingat sejarah hubungan Anwar dan UMNO.

Anwar memulai karier politiknya di partai berbasis suku Melayu ini. Dia melesat cepat hingga dipercaya menjadi Deputi Perdana Menteri dan Menteri Keuangan.

Dia digadang-gadang menjadi calon pengganti mantan sekutu dan musuh politiknya Mahathir Mohamad.

Apa daya, Anwar dipecat Mahathir dari jabatan dan keanggotaannya di UMNO pada September 1998 karena tuduhan sodomi dan korupsi.

Anwar kemudian berubah menjadi pengkritik paling keras UMNO. Politisi berusia 73 tahun itu mendirikan Partai Keadilan Rakyat (PKR) dan menyerukan reformasi mengecam betapa korupnya Malaysia di bawah rejim UMNO.

Dia memimpin koalisi oposisi pada pemilu 2008 dan 2013 dengan tujuan utama menyudahi kekuasaan UMNO yang telah bertahta sejak kemerdekaan Malaysia pada tahun 1957.

Baca juga: Raja Malaysia Pegang Kunci Apakah Anwar Ibrahim Akan Jadi PM Malaysia

Ambisinya akhirnya berhasil pada pemilu May 2018. Walau ketika itu sedang meringkuk di penjara Sungai Buloh karena tuduhan sodomi jilid 2, koalisi oposisi Pakatan Harapan yang digalang istrinya Wan Azizah Wan Ismail bersama dengan Mahathir berhasil mengalahkan UMNO dan mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Selang dua tahun berselang, Anwar kehilangan kursi PM yang telah dijanjikan Mahathir akibat krisis “Kudeta Sheraton” pada Februari lalu yang menggulingkan 22 bulan pemerintahan Pakatan.

Namun, Presiden PKR itu belum menyerah, Kali ini dia memiliki kesempatan emas untuk menjatuhkan pemerintahan Perikatan Nasional pimpinan Muhyiddin Yassin.

Ironisnya, parlementarian yang akan memberinya mayoritas adalah dari UMNO yang kerap disebutnya sebagai partai korup.

Baca juga: PM Malaysia Sebut Klaim Anwar Harus Dibuktikan Lewat Jalur Hukum

Jawaban parlementarian UMNO

Sejauh ini ada 19 nama parlementarian UMNO yang beredar di publik. Belum diketahui pasti kebenaran dari daftar tersebut.

Nama-nama yang muncul adalah berasal dari faksi Presiden UMNO Zahid Hamidi dan Najib Razak yang keduanya sedang menghadapi persidangan karena kasus korupsi. Nama Zahid dan Najib ada di dalam daftar 19 nama itu.

Zahid diketahui memiliki hubungan baik dengan Anwar dan mengatakan benar ada anggota partainya yang membelot ke Anwar.

Politisi UMNO lain yang disebut adalah Mohamed Nazri Abdul Aziz yang adalah sahabat dekat Anwar.

Nazri dalam wawancara dengan The Vibes, Kamis (24/9/2020), tidak membantah daftar itu.

Dia membenarkan ada belasan parlementarian UMNO yang tidak gembira dengan Muhyiddin dan berencana menarik dukungan.

“Saya dapat memastikan ada 15 atau bahkan lebih. Kami tidak akan keluar dari UMNO. Salah satu yang bisa kami lakukan adalah menjegal rancangan undang-undang yang diajukan Muhyiddin,” tutur Nazri

Anggota parlemen dari distrik Padang Rengas ini mengatakan bukan berarti parlementarian ini otomatis mendukung Anwar namun jika Muhyiddin terus mengabaikan UMNO, sangat besar kemungkinan mereka tidak akan mendukung Muhyiddin lagi sebagai PM.

Baca juga: Gulingkan Muhyiddin, Anwar Ibrahim akan Jadi Perdana Menteri Baru Malaysia?

Hubungan UMNO dan Bersatu pimpinan Muhyiddin memang sedang meruncing karena masalah alokasi pembagian kursi dan pemilihan calon Menteri Besar untuk pemilihan di negara bagian Sabah, Sabtu besok.

Parlementarian UMNO lain yang berada pada daftar itu Idris Jusoh membantah dia mendukung Anwar.

Mantan Menteri Pendidikan Tinggi ini mengatakan dia tidak pernah dihubungi apalagi memutuskan mendukung Anwar.

6 nama lain dari 19 nama juga membantah mendukung Anwar.

Satu hal yang pasti jika belasan parlementarian UMNO itu menarik dukungan, pemerintahan Muhyiddin dipastikan jatuh seperti yang diklaim Anwar hari Rabu lalu.

Sampai saat ini belum ada konfirmasi mengenai jumlah parlementarian yang telah diamankan anggota parlemen dari distrik Port Dickson itu.

Baca juga: Tanggapi Anwar Ibrahim, Muhyiddin: Saya Masih PM Malaysia yang Sah

Anwar mengontrol 91 parlementarian Pakatan Harapan. Jika seluruh oposisi yang berjumlah 109 termasuk Partai Warisan yang berkuasa di Sabah dan Partai Pejuang pimpinan Mahathir serta partai kecil lainnya bersatu mendukung Anwar, maka dukungan 15-19 parlementarian UMNO lebih dari cukup untuk memberikan mayoritas besar 124 hingga 128 kursi parlemen.

Kunci utama ada pada Yang Dipertuan Agong Sultan Abdullah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit karena gangguan kesehatan.

Raja Malaysia itu telah berkomunikasi dengan Anwar dan berjanji akan segera bertemu dengannya setelah dia kembali ke Istana.

Audiensi Anwar dengan Agong diperkirakan dapat dilakukan awal pekan depan setelah Pemilu negara bagian Sabah.

Jika benar Anwar tidak bicara omong kosong mengenai mayoritasnya dan Raja memilih tidak membubarkan parlemen, maka Anwar akan disumpah sebagai Perdana Menteri baru Malaysia, mengakhiri 22 tahun penantiannya.


Sumber The Vibes
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X