Senator Partai Republik Tom Cotton: Mahasiswa China Dilarang Belajar Sains di AS

Kompas.com - 27/04/2020, 20:00 WIB
Senator Tom Cotton (R-AR) tiba untuk kelanjutan uji coba pemakzulan Senat Presiden Trump di Capitol AS di Washington, AS, 23 Januari 2020. Reuters/ERIN SCOTTSenator Tom Cotton (R-AR) tiba untuk kelanjutan uji coba pemakzulan Senat Presiden Trump di Capitol AS di Washington, AS, 23 Januari 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Senator Partai Republik Tom Cotton menyarankan agar mahasiswa dari China dilarang belajar teknologi dan sains di Amerika Serikat (AS).

Melansir New York Post, Tom Cotton mengatakan keyakinannya kalau Beijing sedang mencoba mencuri vaksin virus corona dari AS.

"Di tengah pandemi, kekayaan intelektual apa yang paling berharga di dunia? Tentu penelitian yang dilakukan laboratorium kita yang hebat dan kehidupan perusahaan sains kita terhadap obat-obatan profilaksis, obat-obatan terapeutik dan terakhir vaksin," ujar Cotton dari Arkansas pada acara Sunday Morning Future di Fox News.

Baca juga: Marak Kasus Keracunan di AS, Usai Trump Usul Suntik Disinfektan Obati Covid-19

Dia melanjutkan, "Jadi saya tidak ragu bahwa badan intelijen China secara aktif mencoba mencuri kekayaan intelektual AS karena berkaitan dengan virus yang mereka keluarkan ke dunia.

Karena, tentu saja, mereka ingin menjadi negara yang mengklaim menemukan obat-obatan itu atau menemukan vaksin, dan kemudian menggunakannya sebagai kekuatan terhadap seluruh dunia," tambahnya.

Cotton mengatakan kepada pembawa acara Maria Bartiromo bahwa dia percaya sebuah "skandal".

Baca juga: Mantan Menlu AS: Jika China Buat Vaksin Covid-19, Apakah Kita Harus Menolak?

Yaitu tentang lembaga-lembaga pendidikan AS yang telah melatih begitu banyak orang dengan pikiran paling cerdas dari Partai Komunis China untuk kembali ke rumah mereka dan mencuri pekerjaan AS.

Bahkan merancang senjata dan perangkat lain yang dapat digunakan untuk melawan Orang Amerika.

"Jadi saya pikir, kita harus melihat dengan saksama setiap visa yang kita berikan kepada warga negara China yang datang ke Amerika Serikat dan memiliki tujuan untuk belajar,

terutama di tingkat pascasarjana di bidang sains terdepan dan teknologi," katanya.

Baca juga: AS dan China Bersitegang soal WHO, Pertemuan Virtual G20 Terpaksa Dibatalkan

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X