Marak Kasus Keracunan di AS, Usai Trump Usul Suntik Disinfektan Obati Covid-19

Kompas.com - 27/04/2020, 18:01 WIB
Presiden AS Donald Trump bereaksi saat briefing harian virus corona di Gedung Putih pada Kamis (23/4/2020). JONATHAN ERNST/REUTERSPresiden AS Donald Trump bereaksi saat briefing harian virus corona di Gedung Putih pada Kamis (23/4/2020).

NEW YORK, KOMPAS.com - New York mengumumkan lonjakan kasus keracunan disinfektan dalam 18 jam terakhir pada Minggu (26/4/2020), usai Presiden AS Donald Trump mengusulkan suntik disinfektan dalam mengobati Covid-19.

Dilansir dari The Independent Minggu (26/4/2020), Pusat Kontrol Racun New York menangani 30 kasus dari Kamis malam (23/4/2020) hingga Jumat sore (24/4/2020).

Angka tersebut meningkat lebih dari 2 kali lipat dibandingkan jumlah kasus yang ditangani selama periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan kasus keracunan ini terjadi menyusul ide Trump untuk menyuntikkan disinfektan ke tubuh guna mengobati Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru.

Baca juga: Trump Usulkan Suntik Disinfektan dan Sinar UV untuk Obati Covid-19

"Saya lihat disinfektan, yang membasminya dalam satu menit. Satu menit. Dan adakah cara kita bisa melakukan hal seperti itu dengan menyuntikkan ke dalam atau pembersihan, karena Anda tahu, itu masuk ke paru-paru dan itu sangat banyak," kata Trump.

Setelah usulan Trump di briefing itu, Pusat Kontrol Racun melaporkan 9 kasus yang kemungkinan terpapar Lysol merek disinfektan AS; 10 kasus keracunan pemutih; dan 11 kasus keracunan pembersih rumah tangga pada umumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019, saat itu jumlah keracunan hanya 13 kasus.

Baca juga: Trump Usul Obati Covid-19 dengan Suntik Disinfektan, Ini Tanggapan Para Pakar

Kemudian Gubernur Michigan Gretchen Whitmer dan Gubernur Maryland Larry Hogan pada Minggu (26/4/2020) mengindikasikan, negara bagian mereka masing-masing mencatatkan kenaikan panggilan ke hotline darurat sejak pernyataan Trump.

"Ratusan telepon masuk ke hotline darurat kami di departemen kesehatan, menanyakan apakah itu benar untuk menelan produk pembersih Clorox atau alkohol - apakah itu akan membantu melawan virus," kata Hogan kepada ABC News, sebagaimana dikutip Newsweek Minggu (26/4/2020).

"Jadi kami harus mengeluarkan peringatan untuk memastikan bahwa orang tidak melakukan sesuatu seperti itu, karena akan membunuh orang yang melakukannya."

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.