Kompas.com - 27/04/2021, 09:30 WIB
Sebanyak 126.459 rumah warga dan fasilitas umum di Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat Badai Seroja, banjir dan tanah longsor. Sigiranus Marutho Bere/Kompas.comSebanyak 126.459 rumah warga dan fasilitas umum di Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat Badai Seroja, banjir dan tanah longsor.

KOMPAS.com - Sebagai salah satu pusat Ujian Tulis Berbasis Kompetensi (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Undana meminta kebijakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Permintaan tersebut, mengenai izin adanya sesi tambahan UTBK. Hal itu menyusul adanya dampak badai Seroja.

Sehingga beberapa peserta UTBK asal daerah terdampak belum bisa ke Kota Kupang hingga saat ini, lantaran kesulitan mengakses moda transportasi, baik darat, laut maupun udara.

Wakil Rektor Bidang Akademik Undana Maxs U. E. Sanam mengatakan pihaknya akan segera mengumpulkan data dan bersurat ke LTMPT guna meminta kebijakan adanya sesi tambahan UTBK.

Baca juga: Peserta UTBK 2021, Ini Daftar Dokumen yang Harus Dibawa Saat Ujian

“Data dari teman-teman contact person, kita akan kompilasi dan bersurat ke LTMPT. Kita akan meminta, jika memungkinkan anak-anak ini diberi kesempatan mengikuti sesi tambahan dalam suatu waktu tertentu, agar mereka tidak kehilangan kesempatan untuk masuk melalui SBMPTN,” tandas mantan Dekan FKH Undana itu.

Sebagai salah satu pusat UTBK, Maxs mengatakan Undana, tidak dalam posisi sebagai penentu kebijakan. Tetapi pengambil kebijakan dan keputusan ada pada pihak LTMPT.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Undana sebagai salah satu pusat UTBK, kita tidak dalam posisi sebagai penentu kebijakan. Jadi kita mengusul, tetapi kebijakan dan keputusannya dari LPMPT. Kita akan berusaha untuk itu,” ujarnya.

Karena itu, ia juga meminta para peserta UTBK agar siap menerima segala konsekuensi, jika LTMPT tidak mengizinkan adanya ujian susulan.

Baca juga: 10 PTN dengan Nilai UTBK Saintek Tertinggi di SBMPTN 2019-2020

“Apapun keputusannya, adik-adik peserta harus siap dengan segala konsekuensi, kalau LTMPT mengatakan tidak mungkin, karena kesulitan dalam mengatur jadwal dan sistemnya, maka masih ada kesempatan pendaftaran di jalur Seleksi Mandiri Masuk Undana (SMMU),” ujarnya.

“Kita akan berupaya menyampaikan kepada LTMPT terkait kesulitan yang mereka hadapi, karena ini kejadian luar biasa, tetapi yang memutuskan LTMPT bukan Undana. Kita akan sampaikan keinginan anak-anak,” ungkapnya menambahkan. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X