Kompas.com - 05/11/2020, 16:18 WIB
Rektor Uncen Apolo Safanpo di acara Kompas Talks dengan tema Eksplorasi New Guinea Highland Wild Dog di Area Tambang Grasberg. Webinar Kompas TalksRektor Uncen Apolo Safanpo di acara Kompas Talks dengan tema Eksplorasi New Guinea Highland Wild Dog di Area Tambang Grasberg.

KOMPAS.com - Universitas Cenderawasih (Uncen) berhasil melakukan penelitian fase kedua terkait New Guinea Singing Dog dengan baik, dan dipublikasi di jurnal internasional Amerika Serikat, yakni Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada Selasa, 1 September 2020.

Para peneliti dari Uncen ini yang berhasil meneliti salah satu mamalia sebagai top predator di dataran tinggi pegunungan Jayawijaya, terdiri dari Rektor Uncen Apolo Safanpo dan para pengajar atau Dosen Uncen, seperti Suriani Surbakti, Hendra Maury, Dirk Runtuboy, Margaretha Pangau, dan Leonardo Numberi.

Baca juga: 10 Universitas Terbanyak Loloskan Seleksi CPNS 2019, Kampus Mana Saja?

"Ini prestasi yang besar, karena beberapa tahun belakangan ini belum ada penelitian anjing liar yang jenis atau rasnya berbeda dengan anjing liar lainnya," kata Apolo dalam acara Kompas Talks dengan tema "Eksplorasi New Guinea Highland Wild Dog di Area Tambang Grasberg", Kamis (5/11/2020).

Menurut dia, penelitian tentang New Guinea Singing Dog ini didukung penuh oleh Uncen mulai dari penyusunan proposal, proses izin, hingga pelaksanaan penelitian di lapangan. Demikian juga pada saat proses publikasi.

Penelitian ini, kata dia, masih akan tetap berlanjut pada fase ketiga, yang sediannya dilaksanakan di Mei 2020, tapi karena kondisi dilanda pandemi Covid-19, sehingga penelitian fase ketiga jadi bisa terlaksana di Mei 2021.

Dia berharap penelitian ini tetap berlanjut, agar reputasi dan eksisteni Uncen makin baik dan lebih dikenal, melalui karya karya ilmiah secara nasional dan internasional. Sekaligus bisa meningkatkan dan menaikkan grade Uncen menjadi level yang lebih tinggi.

Uncen, bilang dia, terus mendorong peningkatan kapasitas dan integritas dosen melalui penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan hasil hasil penelitian, agar dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta kesejahteraan masyarakat dan kelestarian flora dan Fauna di tanah Papua.

"Dengan dukungan yang penuh dari Uncen, dosen dapat lebih termotivasi untuk memenuhi target luaran yang diharapkan. Di sisi lain, dosen juga lebih terpacu untuk mengoptimalkan produktivitas luaran penelitian dengan menargetkan luaran tambahan," jelas dia.

Meskipun belum sepenuhnya sempurna, lanjut dia, Uncen tetap berkomitmen memberikan arahan penelitian mengikuti bidang fokus, tema, dan topik riset yang tertuang di dalam Rencana Induk Penelitian Uncen.

Salah satu untuk meningkatkan kualitas hasil penelitian, dia mengaku, dengan menggandneg PT Freeport Indonesia dan New Guinea Highland Wild Dog Foundation yang kompeten pada penelitian New Guinea Singing Dog ini.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Anak Berkebutuhan Khusus Mampu Hasilkan Karya Luar Biasa

"Kami juga berterima kasih kepada BKSDA dan Taman Nasional Lorentz yang sampai saat ini terus menjalin kerjasama yang baik dalam penelitian ini. Diharapkan akan ada dukungan lebih lanjut lagi, tidak hanya pada penelitian ini, tapi pada penelitian lainnya dalam meningkatkan kesejahteraan Papua," pungkas dia.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X