Kompas.com - 06/10/2020, 16:24 WIB
Susi Pudjiastuti Dokumen Susi PudjiastutiSusi Pudjiastuti

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 memberi banyak dampak bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, pendidikan bahkan psikologi.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia 2014-2019 Susi Pudjiastuti mengimbau seluruh masyarakat akademik untuk berkontribusi melakukan gerakan dan aksi nyata dalam membantu kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Mahasiswa dan dosen punya lingkungan masing-masing. Ketika mereka tidak lagi belajar di kampus dan pulang ke rumah, maka lakukanlah aksi yang bermanfaat untuk daerah asalnya,” ungkapnya dalam diskusi dalam Webinar Nasional bertema Embracing Uncertainties to Challenge Global Crisis yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, Senin (6/10/2020).

Baca juga: Beasiswa LPDP 2020 Dibuka, Beri Biaya Kuliah hingga Tunjangan Bulanan

Jika itu semua bergerak dengan baik, lanjut dia, maka akan memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat.

“Saya yakin mahasiswa pasti mampu melakukannya karena mereka pintar-pintar. Jangan cuma di rumah hanya main Tik Tok saja,” candanya.

Sebagai langkah awal, Susi meminta mahasiswa dan dosen untuk membuat komunitas kecil di RT masing-masing.

Dari komunitas itu, diharapkan mereka mampu melihat potensi apa yang dimiliki lingkungan setempat, lalu memanfaatkannya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Lihat apa yang dibutuhkan lingkungan. Kalau mengharapkan pemerintah turun langsung ke RT akan membutuhkan waktu sangat lama. Karena itu, masyarakat akademik harus saling support dan bekerja sama dengan pemerintah desa setempat untuk membantu masyarakat," imbaunya.

Baca juga: Beasiswa Unggulan Kemendikbud Ramai Peminat, Apa Saja yang Didapat?

Langkah selanjutnya Susi juga menyarankan mahasiswa untuk membuat koperasi kebutuhan pokok yang bisa membantu swasembada pangan masyarakat.

Selain itu, dia berharap mahasiswa dapat memberikan sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat untuk mencegah masuknya penyakit.

Mengingat pandemi juga bisa menambah angka kemiskinan, Founder of Susi Air itu juga menekankan bahwa setiap masyarakat harus memiliki empati dan sikap gotong-royong.

Sebab, kata dia, empati mampu mendorong setiap orang untuk membantu meringankan beban orang-orang di sekelilingnya.

“Apapun jabatan Anda, kalau mampu please don’t be selfish and help each others. Berbuatlah semampu kita untuk memaksimalkan membantu orang sekitar,” pungkasnya.

Baca juga: Ingin Kuliah S1-S2 ke Inggris? Ada Beasiswa Senilai Rp 96 Juta Per Tahun



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X