Rektor UNS: Kuliah Daring Mahasiswa Diperpanjang karena Corona

Kompas.com - 26/03/2020, 21:09 WIB
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jamal Wiwoho di Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIRektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jamal Wiwoho di Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2020).
|

KOMPAS.com - Rektor Universitas Sebelas Maret ( UNS) Surakarta Prof. Dr. Jamal Wiwoho SH, MHum kembali mengeluarkan surat edaran (SE) yang baru. Adapun Surat Edaran Nomor: 13/UN27/SE/2020 isinya tentang pemberlakuan pembatasan aktivitas di kampus UNS.

Sebelumnya, Rektor UNS mengeluarkan SE tentang kewaspadaan dini, kesiapsiagaan serta tindakan antisipasi pencegahan penyebaran infeksi Covid-19 di lingkungan UNS terhitung pada 16-28 Maret 2020.

"Ini sejak ada penetapan Kota Surakarta berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona pada tanggal 13 Maret 2020," ujar Rektor UNS Prof. Jamal kepada Kompas.com, Kamis (26/3/2020) malam.

Baca juga: Intip Kuliah Daring di UNS Pakai Spada UNS, Seperti Ini Modelnya

Isi surat edaran yang baru

Namun, menyikapi perkembangan penyebaran wabah virus corona secara regional dan nasional maka Rektor UNS mengeluarkan SE yang baru.

Untuk kebijakan yang baru ini yakni pembatasan aktivitas di kampus UNS mulai 26 Maret - 30 April 2020, dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Kegiatan Belajar Mengajar tetap berjalan dengan pola pembelajaran daring, yakni mahasiswa mengikuti proses kuliah daring atau online dari tempat tinggal masing-masing.

2. Seluruh pegawai UNS diupayakan melakukan pekerjaan dari tempat tinggal masing-masing kecuali untuk:

  • Dosen yang menduduki jabatan tugas tambahan, seperti Rektor, Wakil Rektor, Staf Ahli Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Senat, Ketua dan Sekretaris Lembaga, Direktur dan Wakil Direktur.
  • Tenaga kependidikan pejabat struktural dan yang bekerja di bidang Umum dan Kerumahtanggaan, Keuangan, Teknologi Informasi, serta Sekretariat Pimpinan, akan diatur penjadwalan hari kerjanya.

3. Khusus pegawai Rumah Sakit dan Medical Center UNS, baik tenaga medis, paramedis dan tenaga kependidikan tetap masuk kerja, dan akan diatur tersendiri oleh Direktur Rumah Sakit UNS.

4. Seluruh kegiatan yang bersifat non akademik untuk sementara waktu ditunda atau dijadwal ulang.

5. Akses masuk/keluar Kampus dibatasi dengan pengawasan yang ketat oleh Petugas Satuan Pengamanan Kampus, dengan tetap mempertimbangkan akses tempat-tempat vital dan kepentingan emergency.

6. Rektor atau pejabat yang ditunjuk dapat memberikan izin kepada sivitas UNS atau pihak-pihak tertentu, yang karena sifat pekerjaannya atau kepentingannya terutama kegiatan yang terkait dengan upaya pencegahan dan atau pengendalian Covid-19, mengharuskan mereka untuk masuk-keluar kampus.

7. Pimpinan unit kerja masing- masing wajib mengimplementasikan Surat Edaran ini, dengan tetap mempertimbangkan kondisi kedaruratan dan standar keselamatan.

Baca juga: K-SMART, Jargon UNS Waspada Virus Corona

"Keputusan ini akan kami tinjau kembali secara periodik dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang berkembang di tingkat daerah maupun nasional," jelas Prof Jamal.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X