Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cerita Guru yang Antusias Jalankan Vaksinasi Covid-19

KOMPAS.com - Salah satu perwakilan guru dari SMAN 6, Abdul Latif menyatakan antusiasnya sebagai penerima vaksin Covid-19.

Karena, kata dia, pelaksanaan vaksin guru memiliki banyak manfaat, khususnya menekan angka penularan Covid-19.

"Jadi vaksinasi supapa pendidikan dan perekonomian kembali berjalan normal," ujar dia di Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Guru SMKN 43 Sajid memiliki pendapat yang sama dengan Latif terkait pelaksanaan vaksinasi untuk guru.

Menurut dia, setelah vaksinasi maka guru akan merasa lebih aman dan nyaman untuk berinteraksi, khususnya bila nanti ketemu siswa saat belajar tatap muka di sekolah.

"Mari ikuti program (vaksinasi) pemerintah, karena ini adalah langkah terbaik pemerintah untuk guru dan dan dunia pendidikan," ungkap dia.

Juru Bicara (Jubir) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmiji mengingatkan agar setiap guru terdaftar di sekolah dalam memperoleh vaksinasi.

Tentunya, lanjut dia, setelah memperoleh vaksinasi, harus tetap menjaga protokol kesehatan.

Dia berpesan kepada pemerintah daerah (Pemda) agar bisa memetakan guru dan tenaga kependidikan secara baik, agar mereka bisa memperoleh vaksinasi.

"Hingga daerah terpencil di bawah otoritas harus dipetakan secara baik, agar mereka bisa divaksin," tegasnya.

Bawa surat pernyataan

Mendikbud Nadiem Makarim telah menyatakan, bila guru tidak terdaftar vaksinasi Covid-19, maka bisa membawa surat pernyataan dari Kepala Sekolah (Kepsek).

"Jika guru dan tenaga kependidikan tidak terdaftar, maka bisa menyertakan surat pernyataan dari Kepsek dan bawa surat ke lokasi vaksinasi," ucap Nadiem.

Dia mengaku, jadwal dan lokasi vaksinasi akan diinformasikan oleh dinas kesehatan, dinas pendidikan atau kantor wilayah Kemenag masing-masing daerah.

Saat ini, kata dia, memang proses vaksinasi masih untuk guru dan tenaga kependidikan di Jakarta, tapi nantinya bisa diikuti oleh provinsi lainnya.

Dengan memberi vaksin kepada guru dan tenaga kependidikan, maka kegiatan belajar tatap muka di sekolah bisa dilakukan kembali.

Prioritas pemberian vaksin, lanjut dia, memang dimulai untuk guru dan tenaga kependidikan Sekolah Dasar (SD), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Baru setelah itu ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Nah setelah itu baru diberikan kepada perguruan tinggi," sebut dia.

Nadiem membidik pelaksanaan vaksin guru dan tenaga kependidikan sebanyak 5 juta orang bisa terselesaikan di akhir Juni 2021.

"Itu prioritas kami, kalau vaksin guru dan tenaga kependidikan bisa selesai di akhir Juni 2021," tutur Nadiem.

https://www.kompas.com/edu/read/2021/02/24/185735971/cerita-guru-yang-antusias-jalankan-vaksinasi-covid-19

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke