Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Thailand Menutup Semua Sekolah Selama 2 Minggu untuk Cegah Corona

Kompas.com - 17/03/2020, 21:19 WIB
Rizal Setyo Nugroho

Penulis

KOMPAS.com - Pemerintah Thailand melakukan upaya progresif untuk menekan angka penularan virus corona di negara tersebut.

Salah satu langkah yang diambil yaitu menutup semua lembaga pendidikan termasuk sekolah lokal dan internasional, universitas dan pusat pendidikan.

Penutupan fasilitas pendidikan di Negeri Gajah Putih itu dimulai 18 Maret hingga 31 Maret 2020.

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha mengatakan, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengekang penyebaran Covid-19.

"Mengenai tempat-tempat di mana orang berkumpul untuk melakukan kegiatan bersama dan dengan itu dapat dengan mudah menyebabkan penyakit menyebar ... termasuk universitas, sekolah internasional, pusat konstitusi dan setiap lembaga (pendidikan) lainnya, mereka diharuskan untuk menutup sementara dari Rabu selama dua minggu," kata PM Prayut dilansir dari Channel News Asia, Selasa (17/3/2020).

Baca juga: Update Peta Persebaran Wilayah Terjangkit Virus Corona di Indonesia

Selain itu, tempat-tempat olahraga dan outlet hiburan di sekitar ibu kota Bangkok juga akan ditutup selama periode ini.

Ini termasuk stadion tinju, tempat balap kuda, pub, teater dan panti pijat.

"Toko-toko dan restoran akan tetap buka tetapi diharuskan menggunakan langkah-langkah tambahan untuk mengurangi risiko infeksi," ujar perdana menteri.

Hari libur umum Thailand dari 13 April hingga 15 April, yang menandai festival air populer Songkran, juga telah ditunda seperti diusulkan oleh komite Thailand yang menangani Covid-19.

"Saat ini, negara fokus pada memperlambat wabah," jelas Prayut.

Perdana menteri juga mengumumkan bahwa para pelancong dari China termasuk Hong Kong dan Makau, Italia, Iran dan Korea Selatan diharuskan memiliki asuransi kesehatan dan sertifikat medis yang dikeluarkan dalam waktu tiga hari sebelum memasuki Thailand.

Baik proses masuknya melalui akses udara, laut atau darat.

Baca juga: Peneliti China Sebut Golongan Darah O Lebih Resisten terhadap Virus Corona

Thailand melaporkan 30 kasus virus corona baru pada hari Selasa, sehingga total kasus positif virus corona yang dikonfirmasi menjadi 177 kasus.

Sekretaris Permanen di Kementerian Kesehatan Masyarakat Sukhum Kanchanaphimai menyebutkan, sebelas kasus baru terhubung pada klaster pertandingan tinju.

Sedangkan kasus lainnya adalah klaster penularan importer case yang berkaitan erat dengan orang asing,

Sebagian besar kasus, yaitu 70 persen hingga 80 persen, di Thailand tercatat di Bangkok.

Thailand telah mencatat satu kematian akibat virus korona, dan 41 pasien telah pulih dan dikeluarkan dari rumah sakit.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kronologi dan Motif Ibu Racuni Anak Tiri di Rokan Hilir, Riau

Kronologi dan Motif Ibu Racuni Anak Tiri di Rokan Hilir, Riau

Tren
Rumah Sakit di Rafah Kehabisan Bahan Bakar, WHO: Penutupan Perbatasan Halangi Bantuan

Rumah Sakit di Rafah Kehabisan Bahan Bakar, WHO: Penutupan Perbatasan Halangi Bantuan

Tren
Cerita Rombongan Siswa SD 'Study Tour' Pakai Pesawat Garuda, Hasil Nabung 5 Tahun

Cerita Rombongan Siswa SD "Study Tour" Pakai Pesawat Garuda, Hasil Nabung 5 Tahun

Tren
Viral, Video Kucing Menggonggong Disebut karena 'Salah Asuhan', Ini Kata Ahli

Viral, Video Kucing Menggonggong Disebut karena "Salah Asuhan", Ini Kata Ahli

Tren
Seekor Kuda Terjebak di Atap Rumah Saat Banjir Melanda Brasil

Seekor Kuda Terjebak di Atap Rumah Saat Banjir Melanda Brasil

Tren
Link Live Streaming Indonesia vs Guinea U23 Kick Off Pukul 20.00 WIB

Link Live Streaming Indonesia vs Guinea U23 Kick Off Pukul 20.00 WIB

Tren
Prediksi Susunan Pemain Indonesia dan Guinea di Babak Play-off Olimpiade Paris

Prediksi Susunan Pemain Indonesia dan Guinea di Babak Play-off Olimpiade Paris

Tren
Alasan Semua Kereta Harus Berhenti di Stasiun Cipeundeuy, Bukan untuk Menaikturunkan Penumpang

Alasan Semua Kereta Harus Berhenti di Stasiun Cipeundeuy, Bukan untuk Menaikturunkan Penumpang

Tren
Indonesia Vs Guinea, Berikut Perjalanan Kedua Tim hingga Bertemu di Babak Playoff Olimpiade Paris 2024

Indonesia Vs Guinea, Berikut Perjalanan Kedua Tim hingga Bertemu di Babak Playoff Olimpiade Paris 2024

Tren
Pelatih Guinea soal Laga Lawan Indonesia: Harus Menang Bagaimanapun Caranya

Pelatih Guinea soal Laga Lawan Indonesia: Harus Menang Bagaimanapun Caranya

Tren
8 Pencetak Gol Terbaik di Piala Asia U23 2024, Ada Dua dari Indonesia

8 Pencetak Gol Terbaik di Piala Asia U23 2024, Ada Dua dari Indonesia

Tren
WHO Temukan 3 Kasus di Riyadh, Ketahui Penyebab dan Pencegahan MERS- CoV Selama Ibadah Haji

WHO Temukan 3 Kasus di Riyadh, Ketahui Penyebab dan Pencegahan MERS- CoV Selama Ibadah Haji

Tren
Pertandingan Indonesia Vs Guinea Malam Ini, Pukul Berapa?

Pertandingan Indonesia Vs Guinea Malam Ini, Pukul Berapa?

Tren
Benarkah Antidepresan Bisa Memicu Hilang Ingatan? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Antidepresan Bisa Memicu Hilang Ingatan? Ini Penjelasan Ahli

Tren
WHO Peringatkan Potensi Wabah MERS-CoV di Arab Saudi Saat Musim Haji

WHO Peringatkan Potensi Wabah MERS-CoV di Arab Saudi Saat Musim Haji

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com