Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berlangsung hingga 17 Maret, Ini Target Operasi Keselamatan 2024

Kompas.com - 04/03/2024, 14:30 WIB
Diva Lufiana Putri,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) menggelar Operasi Keselamatan 2024 hingga Senin (17/3/2024).

Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Korlantas Polri Kombes Eddy Djunaedi mengatakan, operasi yang diadakan serentak tersebut menargetkan sebelas jenis pelanggaran lalu lintas.

"Korlantas Polri akan menggelar Operasi Keselamatan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 4-17 Maret 2024," ujar Eddy, dikutip dari laman Humas Polri, Kamis (29/2/2024).

Lantas, apa saja target operasi kali ini?

Baca juga: Polisi: Surat E-tilang Dikirim lewat WhatsApp adalah Modus Penipuan

11 target Operasi Keselamatan 2024

Berikut sebelas jenis pelanggaran lalu lintas yang menjadi target Operasi Keselamatan 2024:

  1. Berkendara menggunakan ponsel
  2. Pengemudi atau pengendara di bawah umur
  3. Berkendara membawa lebih dari satu orang pada sepeda motor
  4. Pengendara yang tidak mengenakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) atau sabuk pengaman
  5. Berkendara dalam pengaruh alkohol
  6. Melawan arus lalu lintas
  7. Berkendara melebihi batas kecepatan
  8. Kendaraan yang melebihi muatan (over dimension overload/ODOL)
  9. Penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong)
  10. Penggunaan strobo dan sirine yang tidak sesuai peruntukan
  11. Penggunaan pelat khusus atau rahasia palsu.

Operasi Keselamatan 2024 adalah operasi kepolisian yang mengedepankan persuasif, edukatif, dan penuh simpatik.

Eddy menyampaikan, Operasi Keselamatan mengangkat tema "Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas Guna Terwujudnya Indonesia Maju.

Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat, menekan fatalitas kecelakaan, serta meminimalisir pelanggaran lalu lintas.

Menurut Eddy, kegiatan ini menggunakan pendekatan soft approach atau tanpa konflik, dengan menitikberatkan pada edukasi yang simpatik.

"Sehingga masyarakat tidak perlu takut ya apabila bertemu polantas (polisi lalu lintas) di lapangan," ujar Eddy, dilansir dari laman Korlantas Polri, Sabtu (2/3/2024).

"Dengan full senyum polantas, kami akan melayani kalian 1 x 24 jam," sambungnya.

Baca juga: Polisi Tak Bisa Tilang Knalpot Moge Berkubikasi Besar, Apa Alasannya?

Pelanggar akan ditindak

Eddy menekankan, nantinya seluruh pelanggaran akan ditindak oleh petugas secara manual melalui tilang.

Pelanggaran juga dapat ditindak secara elektronik dengan menggunakan electronic traffic law enforcement (ETLE) statis maupun mobile.

Dia pun mengimbau para pengendara untuk senantiasa menaati peraturan dan rambu lalu lintas yang telah ditetapkan.

Sebelum memulai perjalanan, pengendara juga diimbau untuk mengecek kondisi kendaraan dan kelengkapan dokumen kendaraan maupun pribadi.

Halaman:

Terkini Lainnya

Manfaat Kelapa Bakar, Apa Bedanya dengan Diminum Langsung?

Manfaat Kelapa Bakar, Apa Bedanya dengan Diminum Langsung?

Tren
Catat, Ini 10 Ponsel Pintar dengan Radiasi Tertinggi

Catat, Ini 10 Ponsel Pintar dengan Radiasi Tertinggi

Tren
Pedagang Taoge di Garut Disebut Jadi Tersangka Usai Membela Diri dan Lawan Preman, Ini Faktanya

Pedagang Taoge di Garut Disebut Jadi Tersangka Usai Membela Diri dan Lawan Preman, Ini Faktanya

Tren
Daftar 60 Universitas Terbaik di Indonesia Versi SIR 2024, Ada Kampusmu?

Daftar 60 Universitas Terbaik di Indonesia Versi SIR 2024, Ada Kampusmu?

Tren
Remaja Siksa Anjing hingga Mati di Jember, Polisi: Masih dalam Proses Penyelidikan

Remaja Siksa Anjing hingga Mati di Jember, Polisi: Masih dalam Proses Penyelidikan

Tren
Daftar Ikan yang Boleh Dimakan Penderita Asam Urat dan Kolesterol, Apa Saja?

Daftar Ikan yang Boleh Dimakan Penderita Asam Urat dan Kolesterol, Apa Saja?

Tren
Gunung Vesuvius yang Lenyapkan Kota Kuno Pompeii Berpotensi Meletus Lagi, Kapan Terjadi?

Gunung Vesuvius yang Lenyapkan Kota Kuno Pompeii Berpotensi Meletus Lagi, Kapan Terjadi?

Tren
Pemimpin Dunia Minta Israel Tak Balas Serangan Iran, Ini Alasannya

Pemimpin Dunia Minta Israel Tak Balas Serangan Iran, Ini Alasannya

Tren
Mengenal 'Holiday Paradox', Saat Waktu Liburan Terasa Lebih Singkat

Mengenal "Holiday Paradox", Saat Waktu Liburan Terasa Lebih Singkat

Tren
Mengenal Amicus Curiae, Dokumen yang Diserahkan Megawati ke MK Terkait Sengketa Pilpres 2024

Mengenal Amicus Curiae, Dokumen yang Diserahkan Megawati ke MK Terkait Sengketa Pilpres 2024

Tren
Bagaimana Cara Kerja Suara dari Sumber Bunyi Mencapai Telinga Anda?

Bagaimana Cara Kerja Suara dari Sumber Bunyi Mencapai Telinga Anda?

Tren
3 Skenario Serangan Balasan Israel ke Iran, Salah Satunya Incar Fasilitas Nuklir

3 Skenario Serangan Balasan Israel ke Iran, Salah Satunya Incar Fasilitas Nuklir

Tren
4 Fakta Istri Dokter TNI Jadi Tersangka Usai Ungkap Perselingkuhan Suaminya

4 Fakta Istri Dokter TNI Jadi Tersangka Usai Ungkap Perselingkuhan Suaminya

Tren
Aksi Heroik Karyawan Alfamart Semarang Kejar Pencuri hingga Terseret ke Aspal Diganjar Kenaikan Jabatan

Aksi Heroik Karyawan Alfamart Semarang Kejar Pencuri hingga Terseret ke Aspal Diganjar Kenaikan Jabatan

Tren
Buka mudikgratis.dephub.go.id, Motis Arus Balik 2024 Sudah 93 Persen

Buka mudikgratis.dephub.go.id, Motis Arus Balik 2024 Sudah 93 Persen

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com