Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Calon Maba Unpad Jalur Mandiri Disebut Ditawari Pindah Prodi Pilihan Pertama, Ini Penjelasan Pihak Kampus

Kompas.com - 10/08/2023, 20:00 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Media sosial diramaikan dengan unggahan berisi tangkapan layar Google Form berisi tawaran untuk pindah ke program studi pilihan pertama di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN).

Tawaran itu disebut ditujukan kepada calon mahasiswa baru (maba) jalur seleksi mandiri yang belum melakukan daftar ulang.

"Lulus seleksi mandiri salah satu ptn! dapet pilihan 2. Tapi karenaa belum daftar ulang sampai sekarang, malah ditawarin pindah ke pilihan 1, ini gimana konsepnya sih, apa emang semuanya begini?????" tulis warganet melalui akun ini.

Baca juga: Ramai soal Cara Panitia UGM Bikin Formasi Mahasiswa Baru 2023, Apa Rahasianya?

Dalam tangkapan layar yang dibagikan, calon maba diminta untuk memberi jawaban terkait pertanyaan berikut:

Jika berminat untuk dipindahkan dari program studi pilihan 2 ke pilihan 1, silakan tuliskan (Nama lengkap/No hp/Email) agar kami dapat melakukan proses pemindahan program studi.

Meski pengunggah tidak menyebutkan kampus secara khusus, tetapi banyak warganet dalam komentar menyebutkan bahwa PTN tersebut adalah Universitas Padjadjaran (Unpad).

Baca juga: Warganet Sebut Biaya Kuliah di UB Mahal, Ini Kata Pihak Kampus

Lantas, bagaimana penjelasannya?

Baca juga: Biaya Kuliah Mahasiswa yang Diterima Melalui Jalur Mandiri Unpad 2023

Penjelasan Unpad

Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi membenarkan bahwa Google Form itu berasal dari Unpad.

Namun, ia menyebutkan jika formulir tersebut bukan ditujukan untuk menawarkan calon maba pindah prodi pilihan pertama, melainkan hanya sebatas survei.

"Jadi ini intinya merupakan survei yang dilakukan untuk melihat preferensi disparitas minat antara pilihan 1 dan 2 untuk mahasiswa," kata Dandi kepada Kompas.com, Kamis (10/8/2023).

"Utamanya survei ini adalah untuk mendesain sistem Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) tahun depan," sambungnya.

Dandi menuturkan, pelaksanaan SMUP tahun ini sangat bergantung pada kebutuhan kuota yang tersedia, serta kebijakan kementerian.

Baca juga: Ramai soal Wisudawan Termuda Unpad dari Fakultas Kedokteran Berusia 19 Tahun, Ini Kisahnya...

Tentang seleksi mandiri Unpad

Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti melakukan pertemuan bersama dosen dalam Mapag 2023: Dialog Dosen Bersama Rektor, pada Selasa (3/1/2023).DOK. Unpad Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti melakukan pertemuan bersama dosen dalam Mapag 2023: Dialog Dosen Bersama Rektor, pada Selasa (3/1/2023).

Sebagai informasi, SMUP Unpad merupakan ujian mandiri yang digelar oleh pihak kampus.

Diketahui, ada dua skema seleksi mandiri di Unpad, yakni menggunakan nilai Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan nilai SMUP.

Halaman:

Terkini Lainnya

Apa Saja Cara dan Syarat Pisah KK? Berikut Penjelasan Dirjen Dukcapil

Apa Saja Cara dan Syarat Pisah KK? Berikut Penjelasan Dirjen Dukcapil

Tren
Deret Ormas Keagamaan yang Tak Akan Ajukan Izin Kelola Tambang

Deret Ormas Keagamaan yang Tak Akan Ajukan Izin Kelola Tambang

Tren
6 Layanan Masyarakat yang Wajib Pakai BPJS Kesehatan, Terbaru Pembuatan SIM

6 Layanan Masyarakat yang Wajib Pakai BPJS Kesehatan, Terbaru Pembuatan SIM

Tren
Mengapa Sebagian Masyarakat Bisa Percaya Teori Konspirasi? Ini Alasannya

Mengapa Sebagian Masyarakat Bisa Percaya Teori Konspirasi? Ini Alasannya

Tren
Darah Rendah dan Asam Lambung Disebut Punya Risiko Kematian, Dokter Ungkap Faktanya

Darah Rendah dan Asam Lambung Disebut Punya Risiko Kematian, Dokter Ungkap Faktanya

Tren
Beredar Cara Cek Kebocoran Arus dengan Kode Meteran Listrik, Ini Penjelasan PLN

Beredar Cara Cek Kebocoran Arus dengan Kode Meteran Listrik, Ini Penjelasan PLN

Tren
Flu Burung Mematikan Dapat Menular ke Kucing, Apa yang Harus Dilakukan Pemilik Hewan?

Flu Burung Mematikan Dapat Menular ke Kucing, Apa yang Harus Dilakukan Pemilik Hewan?

Tren
Gugat Meta, Eks Karyawan Tuding Induk Perusahaan Facebook Itu Sensor Konten Pro Palestina

Gugat Meta, Eks Karyawan Tuding Induk Perusahaan Facebook Itu Sensor Konten Pro Palestina

Tren
Berapa Banyak Uang yang Bisa Membuat Orang Bahagia? Ini Kata Studi

Berapa Banyak Uang yang Bisa Membuat Orang Bahagia? Ini Kata Studi

Tren
5 Sarapan Sehat untuk Menurunkan Kolesterol secara Alami, Apa Saja?

5 Sarapan Sehat untuk Menurunkan Kolesterol secara Alami, Apa Saja?

Tren
5 Manfaat Minum Air Putih Sebelum Kopi di Pagi Hari, Apa Saja?

5 Manfaat Minum Air Putih Sebelum Kopi di Pagi Hari, Apa Saja?

Tren
5 Pilihan Ikan Rendah Merkuri, Kurangi Potensi Efek Buruk bagi Tubuh

5 Pilihan Ikan Rendah Merkuri, Kurangi Potensi Efek Buruk bagi Tubuh

Tren
Prakiraan BMKG: Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 7-8 Juni 2024

Prakiraan BMKG: Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 7-8 Juni 2024

Tren
[POPULER TREN] Pakar Teknologi Klaim Temukan MH370 di Kamboja | Cerita Para Peserta Tapera

[POPULER TREN] Pakar Teknologi Klaim Temukan MH370 di Kamboja | Cerita Para Peserta Tapera

Tren
Apakah Jalan Kaki 5.000 Langkah Per Hari Cukup? Ini Penjelasan Ahli

Apakah Jalan Kaki 5.000 Langkah Per Hari Cukup? Ini Penjelasan Ahli

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com