Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menghitung Denyut Nadi Tanpa Alat

Kompas.com - 01/05/2023, 19:00 WIB
Nur Rohmi Aida,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Setiap manusia yang masih hidup, memiliki denyut nadi yang bisa diukur.

Sebagaimana dikutip dari laman Cleveland Clinic, denyut nadi adalah tekanan di arteri yang naik sebentar saat jantung memompa darah untuk menjaga sirkulasi tetap berjalanan.

Secara teknis, denyut nadi sebenarnya berbeda dengan detak jantung.

Detak jantung menandakan seberapa cepat jantung Anda berdetak pada waktu tertentu, sementara denyut nadi menggambarkan bagaimana Anda bisa merasakan detak jantung Anda.

Namun dikutip dari Healthwire, saat membandingkan denyut nadi dan detak jantung, sebenarnya tidak ada perbedaan besar antara keduanya.

Denyut nadi dapat diukur dengan menggunakan metode yang sama seperti detak jantung karena denyut nadi seseorang sangat mirip dengan detak jantung.

Mengukur denyut nadi penting dilakukan karena merupakan indikator kesehatan seseorang secara keseluruhan.

Baca juga: Bisakah Terkena Serangan Jantung Saat Tidur?

Cara menghitung denyut nadi di dua lokasi tubuh

Untuk menghitung denyut nadi, caranya berbeda-beda tergantung di mana lokasi yang akan dihitung.

Berikut dua lokasi tubuh untuk menghitung denyut nadi:

1. Tangan

Untuk menghitung denyut nadi di tangan caranya yakni:

  • Putar satu tangan sehingga telapak tangan menghadap ke atas
  • Tempatkan tiga jari tengah tangan kanan Anda ke atas perbatasan pergelangan tangan dan bagian bawah ibu jari tangan kiri
  • Tekan dengan kuat, dan rasakan sensasi berdenyut halus. Jika Anda tak bisa merasakan apa-apa, berikan lebih banyak tekanan pada ujung jari Anda.
  • Kemudian hitung denyut yang terasa.

2. Leher

Untuk menghitung denyut nadi di leher, caranya yakni sebagai berikut:

  • Tempatkan jari telunjuk dan jari tengah ke salah satu sisi leher tepatnya alur di bawah rahang dan di sebelah batang tenggorokan
  • Tekan dengan kuat sampai Anda merasakan denyut nadi
  • Jika tak merasakannya, gerakkan jari sedikit dan tingkatkan tekanan sampai Anda merasakan.
  • Hitung denyut nadi yang teraba.

Baca juga: 8 Makanan yang Harus Dihindari Setelah Terkena Serangan Jantung

Lokasi lain untuk menghitung denyut nadi 

Selain di lokasi tersebut, denyut nadi sebenarnya juga bisa ditemukan di lokasi berikut:

  • Temporal (sejajar dengan saluran telinga Anda, dan tepat di depan tonjolan berdaging tempat telinga Anda bertemu dengan pipi Anda)
  • Dada (apikal, tepat di atas jantung)
  • Perut (aorta perut)
  • Di mana paha atas Anda bertemu dengan tubuh Anda (arteri femoralis)
  • Di belakang lutut Anda (arteri poplitea)
  • Di kaki Anda (arteri tibialis posterior dan dorsalis pedis).

Baca juga: Gejala Serangan Jantung yang Jadi Penyebab Kematian Carlo Saba Personel Kahitna

Cara mengukur denyut nadi

Setelah Anda menemukan denyut nadi Anda, selanjutnya Anda dapat menghitung denyut nadi dalam 60 detik.

Adapun beberapa cara mengukurnya, yakni:

  • Setelah 10 detik habis, kalikan angka yang Anda hitung dengan 6
  • Setelah 15 detik habis, kalikan angka yang dihitung dengan 4
  • Setelah 30 detik habis, kalikan angka yang dihitung dengan 2.

Angka yang didapat dari salah satu dari ketiga metode ini adalah detak per menit yang merupakan denyut nadi atau detak jantung Anda dalam satuan bpm.

Berapa denyut nadi normal

Denyut nadi saat kondisi istirahat yang normal berbeda-beda tergantung dari usia dan kesehatan seseorang.

Berikut kisaran denyut nadi yang normal dalam kondisi istirahat:

  • Bayi baru lahir (lahir sampai 4 minggu): 100 - 205 denyut bpm.
  • Bayi (4 minggu hingga 1 tahun): 100 – 180 bpm.
  • Balita (1 hingga 3 tahun): 98 - 140 bpm.
  • Prasekolah (3 hingga 5 tahun): 80 - 120 bpm.
  • Usia sekolah (5 s/d 12 tahun): 75 - 118 bpm.
  • Remaja (13 hingga 18 tahun): 60 - 100 bpm.
  • Dewasa (usia 18+): kisaran detak jantung istirahat yang diharapkan adalah 60 - 100 bpm.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com