Serba-serbi soal Rencana Konversi Kompor Listrik, dari Klaim Hemat hingga Munculnya Kekhawatiran Warga

Kompas.com - 24/09/2022, 16:04 WIB

KOMPAS.com – Wacana mengenai penggunaan kompor listrik di masyarakat menggantikan kompor gas elpiji tengah menjadi perhatian masyarakat belakangan ini.

Sebagaimana diketahui pemerintah tengah melakukan uji coba konversi kompor elpiji ke kompor listrik di sejumlah wilayah.

Wacana pengalihan kompor LPG ke listrik ini menuai berbagai respons di tengah masyarakat.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Kompor Listrik?

Banyak yang tidak setuju dengan wacana tersebut karena kompor listrik dinilai akan lebih boros.

Baru-baru ini, Anggota DPR RI sekaligus penyanyi Mulan Jameela juga menjadi sorotan usai mengkritisi bahwa penggunaan kompor listrik hanya akan menambah masalah baru.

Di antaranya, karena kompor listrik membutuhkan peralatan masak yang berbeda dengan kompor gas dan kurang sesuai untuk masakan Indonesia.

Baca juga: Ramai Kritik Mulan Jameela Saat Rapat DPR soal Kompor Listrik, Apa yang Disampaikan?


Berikut ini, berbagai hal seputar wacana kompor listrik yang dirangkum Kompas.com:

1. Diklaim bisa lebih hemat

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengeklaim, program konversi kompor elpiji ke listrik membuat masyarakat bisa hemat hingga Rp 8.000 per kilogram elpiji.

“Jadi dari per kilogram gas elpiji yang dikonversi ke kompor listrik, terdapat penghematan biaya sekitar Rp 8.000 per kilogram gas elpiji,” kata Darmawan dikutip dari Kompas.com, Rabu (21/9/2022).

Sementara itu, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (14/9/2022) Darmawan mengatakan, dengan penggunaan kompor induksi, masyarakat bisa menghemat 10-15 persen jika dibandingkan memakai kompor elpiji.

Baca juga: Soal Kompor Induksi, Ini Penjelasan PLN

2. Disebut bisa hemat APBN

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo. PLN memastikan tidak ada penghapusan atau pengalihan pelanggan daya 450 VA.Dokumentasi Humas KPK Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo. PLN memastikan tidak ada penghapusan atau pengalihan pelanggan daya 450 VA.

Darnawan menekankan, program konversi kompor listrik terbukti bisa menghemat APBN hingga Rp 330 miliar per tahun.

Jika konversi dilakukan pada 5 juta kelompok penerima manfaat (KPM), maka akan menghemat APBN sebesar rP 5,5 triliun, dan 15,3 juta KPM akan menghemat Rp 16,8 triliun per tahun.

Ia berharap cara ini pada akhirnya bisa mengubah cara penggunaan energi yang selama ini tergantung pada impor.

“Tentu saja dengan adanya potensi penghematan ini diharapkan dapat mengubah dari yang tadinya menggunakan energi impor menjadi energi domestik. Selain itu, juga diharapkan dapat mengubah energi yang mahal menjadi energi yang murah sehingga terjangkau semua kalangan,” katanya lagi.

Baca juga: Daftar Harga Kompor Listrik Berdaya Kecil dan Murah Meriah

Darmawan juga mengatakan bahwa program konversi ke kompor listrik penggunaan listriknya memakai jalur khusus yang berbeda dengan daya listrik yang terpasang oleh pengguna.

Halaman:

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.