Masyarakat Linguistik Indonesia
Komunitas Kajian Bahasa

Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) adalah himpunan profesi yang menghimpun bahasawan, dosen, guru, mahasiswa, peneliti, maupun pengamat bahasa atau siapa saja yang tertarik dengan kajian bahasa dari seluruh Indonesia dan bahkan mancanegara.

Pesona Nama Orang Baduy

Kompas.com - 04/07/2022, 16:29 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Cece Sobarna*

BERBICARA tentang Baduy, seakan-akan tidak akan ada habisnya. Selain lingkungannya yang masih alami, juga adat istiadatnya yang unik dan memesona.

Masyarakat Baduy termasuk yang masih kuat memegang tradisi sekalipun penetrasi budaya luar memengaruhinya secara masif. Ketaatan pada tradisi ini setidaknya tercermin pula dalam pemberian nama orang (proper name).

Sementara itu, masyarakat Sunda lainnya sudah hampir kehilangan identitas dirinya sebagai orang Sunda.

Selisik saja, apakah pemilik nama khas Sunda seperti nama penulis masih ada pada generasi muda (alfa) Sunda saat ini ataukah nama itu sudah “punah”?

Kalaupun ada, mungkin hanya beberapa orang dari seluruh penjuru masyarakat penutur bahasa Sunda di muka bumi ini!

Baca juga: Suku Baduy: Sejarah, Adat, dan Agama

Ihwal nama, memang sebagian dari kita sedang menuju kondisi kritis. Padahal, nama jelas-jelas merupakan bagian dari identitas dan sekaligus eksistensi suatu etnik.

Sebagai masyarakat yang melek literasi budaya, tentu hal ini harus menjadi pemikiran bersama, jika tidak ingin Sunda hanya tinggal sebuah nama nantinya!

Bagi sebagian orang, mungkin nama tidaklah begitu berarti, what is in a name? Namun, harus diingat bahwa nama menjadi bagian penting dalam rentang kehidupan seorang manusia untuk mengidentifikasi dirinya.

Nama merupakan properti (Rais dkk., 2008) yang pertama kali diberikan oleh orang tua dan melekat terus sepanjang hayat.

Bahkan, sampai meninggal pun nama tidak akan hilang. Orang yang banyak jasanya akan terus dikenang dan disebut-sebut namanya.

Konvensi budaya yang linguistis

Pemberian nama orang merupakan peristiwa budaya yang universal. Setiap masyarakat memiliki konvensinya.

Masyarakat Baduy menempuh tiga cara. Pertama, upaya melalui impian seorang sesepuh yang biasa dimintai pertolongan untuk memberi nama.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.