Kompas.com - 23/05/2022, 06:23 WIB

KOMPAS.com - Penyakit cacar monyet dilaporkan sudah menyebar ke berbagai negara di Eropa dan Amerika.

Dikutip dari laman Badan Kesehatan Dunia (WHO), cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit langka yang disebabkan virus monkeypox, bagian dari genus Orthopoxvirus.

Cacar monyet merupakan zoonosis, yakni penyakit yang menular dari hewan ke manusia.

Baca juga: Cacar Monyet di Dunia Lampaui 100 Kasus, Ini Cara Penularannya

Meski disebut cacar monyet, virus ini tidak benar-benar berasal dari monyet maupun primata lain.

Penyematan kata "monyet", lantaran virus ini pertama kali ditemukan pada monyet yang dipelihara untuk kepentingan penelitian pada 1958.

Seseorang yang terinfeksi monkeypox, akan muncul gejala seperti demam, ruam, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Meski tergolong penyakit yang bisa sembuh sendiri, WHO menyebut cacar monyet bisa menimbulkan komplikasi medis, termasuk dehidrasi, infeksi paru-paru, ensefalitis atau radang otak, dan infeksi kornea mata.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Cacar Monyet, Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Laporan WHO

Seorang anak yang terinfeksi cacar monyet mendapatkan perawatan medis di pusat karantina milik Dokter Lintas Batas Internasional (Medecins sans frontieres - MSF) di Zomea Kaka, Lobaya, Republik Afrika Tengah, 18 Oktober 2018.AFP/CHARLES BOUESSEL Seorang anak yang terinfeksi cacar monyet mendapatkan perawatan medis di pusat karantina milik Dokter Lintas Batas Internasional (Medecins sans frontieres - MSF) di Zomea Kaka, Lobaya, Republik Afrika Tengah, 18 Oktober 2018.

Catatan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), sejak 2018 ada 7 kasus cacar monyet yang dilaporkan di Inggris, yakni pada 2018, 2019, dan 2021.

Seluruh kasus di tahun-tahun itu, terjadi pada orang dengan riwayat perjalanan ke negara endemik cacar monyet, seperti negara di kawasan Afrika Barat dan Tengah.

Namun, Mei 2022, pertama kali rantai penularan di Eropa dilaporkan tanpa hubungan riwayat perjalanan.

Data WHO, rentang waktu 13-21 Mei 2022 pukul 13.00 waktu setempat, sekitar 92 kasus konfirmasi dan 28 kasus suspek telah dilaporkan dari 11 negara bukan endemik.

Baca juga: Update Kasus Cacar Monyet, 92 Kasus di 12 Negara, Apa Kata WHO?

Beberapa negara tersebut antara lain:

  • Australia: 1-5 kasus konfirmasi
  • Belgia: 1-5 kasus konfirmasi, 1-5 kasus suspek
  • Kanada: 1-5 kasus konfirmasi, 11-20 kasus suspek
  • Perancis: 1-5 kasus konfirmasi, 1-5 kasus suspek
  • Jerman: 1-5 kasus konfirmasi
  • Italia: 1-5 kasus konfirmasi
  • Belanda: 1-5 kasus konfirmasi
  • Portugal: 21-30 kasus konfirmasi
  • Spanyol: 21-30 kasus konfirmasi, 6-10 kasus suspek
  • Swedia: 1-5 kasus konfirmasi
  • Inggris: 21-30 kasus konfirmasi
  • Amerika Serikat: 1-5 kasus konfirmasi

WHO menyebut, semua kasus di atas terjadi dalam rentang waktu 13-21 Mei 2022.

Baca juga: Muncul Lagi Penyakit Cacar Monyet di AS, Apa Itu?

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.