Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meninggal Dunia, Ini Sepak Terjang Mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris

Kompas.com - 22/05/2022, 13:22 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mantan Menteri Perindustrian di Kabinet Indonesia Bersatu Fahmi Idris meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022).

Kabar tersebut dibenarkan oleh Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono.

"Benar (meninggal dunia)," kata Dave, Minggu.

Menurutnya, Fahmi meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta dan akan disemayamkan di pemakaman Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada pukul 13.00 WIB.

Baca juga: Meninggal Dunia, Berikut Profil Lily Wahid Adik Kandung Gus Dur

Profil dan sepak terjang Fahmi Idris

Berikut sepak terjang Fahmi Idris...

Anggota Dewan Pembina Partai Golkar Fahmi Idris ketika ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (27/3/2018).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Anggota Dewan Pembina Partai Golkar Fahmi Idris ketika ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Dilahirkan pada 20 September 1943, Fahmi sejak muda sudah menjadi seorang aktivis, dikutip dari Harian Kompas. 21 Oktober 2004.

Pada 1963, ia menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ketua Senat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1965-1966.

Karier politiknya dimulai ketika ia bersama sejumlah eksponen 66 bergabung dengan Partai Golkar.

Baca juga: Meninggal Dunia, Ini Profil dan Rekam Jejak Arifin Panigoro

Alasannya, ia melihat adanya aspek kemanusiaan yang menampung semua persamaan pikiran dan hobi di Golkar, dikutip dari laman Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Di dunia politik, ia terlibat aktif di Partai Golkar sebagai Ketua Departemen Koperasi dan Wiraswasta DPP Golkar pimpinan Harmoko 1993-1998.

Ia juga pernah menjadi Menteri Tenaga Kerja di pemerintahan BJ Habibie.

Baca juga: [HOAKS] Presiden Jokowi Pindah ke Partai Golkar

Karier politik dan dunia bisnis Fahmi Idris

Politisi senior Golkar (dari kiri ke kanan): Zainal Bintang, Fahmi Idris, Ginandjar Kartasasmita, dan Andi Matalata saat menggelar juma pers terkait kondisi terkini Partai Golkat, di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014).KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO Politisi senior Golkar (dari kiri ke kanan): Zainal Bintang, Fahmi Idris, Ginandjar Kartasasmita, dan Andi Matalata saat menggelar juma pers terkait kondisi terkini Partai Golkat, di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014).

Pada 1998, ia dipercaya menjadi Ketua DPP Partai Golkar.

Namun, ia sempat berseru dengan Ketua Umum Partai Golkar saat itu, Akbar Tanjung. Ini bermuara pada pemecatan dirinya dari pengurus dan anggota partai.

Buntut pemecatan itu, Fahmi tidak dilantik menjadi anggota DPR periode 2004-2009.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kisah Yu-sol, Kepala Desa Termuda di Desa Penuh Lansia di Korsel

Kisah Yu-sol, Kepala Desa Termuda di Desa Penuh Lansia di Korsel

Tren
Dasar Hukum dan Aturan Pemberian Jenderal Kehormatan ke Prabowo

Dasar Hukum dan Aturan Pemberian Jenderal Kehormatan ke Prabowo

Tren
Ramai soal Modus Penipuan Kirim Dokumen WhatsApp Mengatasnamakan BNI, Ini Kata Pihak Bank

Ramai soal Modus Penipuan Kirim Dokumen WhatsApp Mengatasnamakan BNI, Ini Kata Pihak Bank

Tren
Kemenag Siapkan 40 Layanan di KUA untuk Semua Agama, Apa Saja?

Kemenag Siapkan 40 Layanan di KUA untuk Semua Agama, Apa Saja?

Tren
Ramai soal Ikan Tampak Mati, Kering, dan Dikerubungi Semut Bisa Hidup Lagi Saat Direndam Air, Ini Faktanya

Ramai soal Ikan Tampak Mati, Kering, dan Dikerubungi Semut Bisa Hidup Lagi Saat Direndam Air, Ini Faktanya

Tren
Duduk Perkara Logo Gus Irsyad Dicoret di Cup Kopi Acara Bupati Pasuruan

Duduk Perkara Logo Gus Irsyad Dicoret di Cup Kopi Acara Bupati Pasuruan

Tren
Kronologi Pemotor Lehernya Terjerat Kabel di Medan, Biaya Tak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kronologi Pemotor Lehernya Terjerat Kabel di Medan, Biaya Tak Ditanggung BPJS Kesehatan

Tren
Cara Menonaktifkan Akun X (Twitter) untuk Sementara atau Menghapusnya secara Permanen

Cara Menonaktifkan Akun X (Twitter) untuk Sementara atau Menghapusnya secara Permanen

Tren
Jadi Google Doodle Hari Ini, Apa Itu Leap Day 2024?

Jadi Google Doodle Hari Ini, Apa Itu Leap Day 2024?

Tren
Pemerintah Buka 250.000 Formasi CPNS di IKN, Ini Kriterianya

Pemerintah Buka 250.000 Formasi CPNS di IKN, Ini Kriterianya

Tren
Rincian Gaji PNS, PPPK, TNI, dan Polisi yang Naik 8 Persen, Dibayarkan mulai 1 Maret 2024

Rincian Gaji PNS, PPPK, TNI, dan Polisi yang Naik 8 Persen, Dibayarkan mulai 1 Maret 2024

Tren
Benarkah Ada Orang yang Tidak Pernah Bau Badan?

Benarkah Ada Orang yang Tidak Pernah Bau Badan?

Tren
Antisipasi Macet Demo Partai Buruh, 12 Kereta Api dari Stasiun Gambir Berhenti di Stasiun Jatinegara

Antisipasi Macet Demo Partai Buruh, 12 Kereta Api dari Stasiun Gambir Berhenti di Stasiun Jatinegara

Tren
7 Fakta yang Jarang Diketahui tentang Planet Neptunus, Sang Raksasa Es di Tata Surya

7 Fakta yang Jarang Diketahui tentang Planet Neptunus, Sang Raksasa Es di Tata Surya

Tren
Mengapa Kucing Peliharaan Anda Suka Pilih-pilih Makanan? Ini Alasannya

Mengapa Kucing Peliharaan Anda Suka Pilih-pilih Makanan? Ini Alasannya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com